Membuka Masa Depan Bisnis yang Lebih Baik Melalui Investasi dan Penguatan Merek

Bekasi - Dalam era bisnis yang semakin kompetitif dan digital pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) perlu memikirkan lebih dari sekedar produk yang dijual. Identitas merek dan pelindungan hukumnya kini menjadi kunci penting untuk bertahan dan berkembang. Inilah pesan utama yang dibawa oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dalam seminar Bisnis bertema “Unlocking a Better Business Future Through Investment & Branding” yang diselenggarakan oleh komunitas UMKM Naik Kelas pada Selasa, 24 Juni 2025 di Aula Prima Lingkar Bekasi.

Dalam seminar yang dihadiri oleh sekitar 60 pelaku usaha dan pegiat komunitas lokal ini, DJKI menekankan bahwa pendaftaran merek bukan sekedar formalitas, tetapi investasi strategis untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang. Merek yang terdaftar secara resmi mendapatkan hak eksklusif selama 10 tahun, memberikan rasa aman dari potensi pembajakan atau sengketa umum.

“Banyak pelaku usaha baru menyadari pentingnya mendaftarkan merek setelah mengalami sengketa. Padahal, dengan mendaftarkan merek sejak awal, mereka bisa memperoleh hak eksklusif dan kenyamanan dalam berbisnis,” ujar Dian Sapei Nugroho, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Muda DJKI, saat menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, merek yang terdaftar memiliki pelindungan hukum selama 10 tahun dan dapat diperpanjang. 

Merek yang terlindungi hukum dapat meningkatkan daya saing, memperluas pasar lewat kerja sama lisensi atau waralaba, hingga membuka peluang ekspansi global. Selain itu penguatan merek merupakan bagian penting dari strategi branding modern. 

DJKI kini mempermudah proses pendaftaran melalui layanan daring di https://merek.dgip.go.id, tempat di mana masyarakat dapat:

  1. mengajukan permohonan merek secara online;

  2. melacak status permohonan;

  3. melakukan pencarian merek yang sudah terdaftar.

“Investasi dalam pelindungan merek adalah langkah bijak untuk menciptakan bisnis yang kuat dan tahan terhadap persaingan. Merek yang kuat akan menjadi aset tidak berwujud yang bernilai tinggi di masa depan,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penguatan merek adalah bagian dari strategi branding yang tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan usaha. Selain itu,  pelindungan merek tidak hanya penting bagi pelaku usaha besar, tetapi juga sangat relevan bagi pelaku UMKM. Sebab, merek merupakan ujung tombak identitas produk di pasar yang semakin kompetitif dan global.

Melalui kegiatan ini, DJKI berharap masyarakat semakin menyadari bahwa masa depan bisnis yang lebih baik berawal dari langkah cerdas dalam melindungi kekayaan intelektual, khususnya merek. (EYS/SYL)

 



TAGS

#Merek

LIPUTAN TERKAIT

Dari Tanah Andalas, Kulit Umbi Gadung Jadi Harapan Baru untuk Pertanian Indonesia

Di tanah Andalas, cerita tentang ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas. Ia hidup, tumbuh, dan perlahan menemukan jalannya menuju kehidupan nyata. Dari laboratorium yang sunyi, lahir harapan bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa lebih ramah lingkungan, mandiri, dan bernilai.

Selasa, 14 April 2026

Sinergi DJKI, ITB, Denmark Perkuat KI

Bandung – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum melakukan kunjungan ke Innovation Park Bandung Technopolis Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Selasa, 14 April 2026, guna memperkuat kerja sama pengembangan ekosistem inovasi dan pengelolaan kekayaan intelektual melalui pertukaran praktik terbaik antara Indonesia dan Denmark, sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra internasional.

Selasa, 14 April 2026

DJKI Gandeng Kemenpar Wujudkan GI Tourism sebagai Katalisator Ekonomi Lokal

Pariwisata dan kekayaan intelektual (KI) adalah dua hal yang saling berkelindan dalam menciptakan nilai tambah ekonomi yang luar biasa bagi suatu daerah. Hal inilah yang menginisiasi lahirnya GI Tourism, konsep wisata tematik yang menjadikan produk dan wilayah asal indikasi geografis sebagai inti pengalaman perjalanan wisata.

Selasa, 14 April 2026

Selengkapnya