Aroma harum kopi arabika langsung menyeruak begitu biji kopi hitam itu diseduh. Dari balik cangkir yang mengepul, ada sebuah perjalanan panjang sejauh ribuan kilometer perjalanan yang membawa sebungkus kopi dari pelosok pegunungan Tana Toraja, Sulawesi Selatan, hingga mendarat di meja-meja penikmat kopi di Inggris, Jerman, China, hingga Malaysia.
Selasa, 28 Juli 2026
Bagi sebagian orang, sensasi “berpasir” seolah sudah menjadi ciri khas buah sawo. Namun, anggapan itu tidak berlaku bagi Sawo Sukatali Sumedang. Ketika matang, daging buahnya justru halus, nyaris tanpa serat.
Minggu, 19 Juli 2026
Tim Pengawas Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali menyusuri Kabupaten Karangasem, Bali, untuk memantau tiga produk Indikasi Geografis, yakni Tenun Gringsing Bali, Mete Kubu Bali, dan Salak Sibetan Karangasem Bali. Pengawasan yang dilakukan selama 13–17 Juli 2026 ini berlangsung di Kabupaten Karangasem.
Sabtu, 18 Juli 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat mempercepat inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) sebagai upaya memperkuat pelindungan hukum terhadap warisan budaya daerah. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Koordinasi Fasilitasi dan Konsultasi Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal di Aula Soepomo Kanwil Kemenkum Kalimantan Barat, Selasa 14 Juni 2026.
Selasa, 14 Juli 2026
Sebagai ketua pertama Masyarakat Pemerhati Kopi Arabika Sumatera Lintong (MASPEKAL), Gani pernah berada di garis depan saat Kopi Arabika Sumatera Lintong memperoleh pelindungan Indikasi Geografis (IG) pada 2018. Kini, ketika estafet kepemimpinan telah berpindah, perjuangannya berlanjut dengan cara yang berbeda. Ia membuka kebunnya sebagai ruang belajar agar siapa pun dapat memahami bahwa mutu kopi tidak hanya ditentukan oleh secangkir kopi yang tersaji, melainkan oleh setiap proses yang dilalui sejak tanaman itu tumbuh.
Sabtu, 11 Juli 2026
Di tengah hamparan lebih dari 7.000 anggrek yang bermekaran di Flower Dome, Gardens by the Bay, Singapura, sebuah bunga raksasa berdiri mencuri perhatian pengunjung. Bentuknya menyerupai Rafflesia arnoldii, bunga endemik Indonesia yang dikenal sebagai salah satu bunga terbesar di dunia, tetapi setiap kelopaknya dibalut motif Batik Besurek khas Bengkulu.
Senin, 6 Juli 2026
Memastikan pelindungan indikasi geografis terus memberikan manfaat bagi masyarakat tidak cukup hanya dengan menerbitkan sertifikat. Karena itu, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum bersama Tim Ahli Indikasi Geografis melakukan pengawasan mutu terhadap Kopi Arabika Lintong dan Kopi Arabika Samosir pada 1–4 Juli 2026.
Sabtu, 4 Juli 2026
Kabut pagi masih menggantung di lereng Pegunungan Latimojong ketika para petani mulai memetik buah kopi merah yang telah matang sempurna. Dari dataran tinggi Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, lahirlah biji kopi arabika dengan karakter rasa yang khas, mulai dari nuansa cokelat, rempah, hingga buah-buahan. Kekhasan inilah yang membuat Kopi Kalosi Enrekang dikenal luas oleh para pencinta kopi dunia sejak ratusan tahun lalu dan tetap menjadi salah satu kopi premium Indonesia hingga saat ini. Faktor geografis berupa tanah pegunungan yang subur, iklim sejuk, serta keterampilan petani dalam mengolah kopi menjadi identitas yang tidak dapat dipisahkan dari cita rasa Kopi Arabika Enrekang.
Sabtu, 4 Juli 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum memperkuat pelindungan Indikasi Geografis Mutiara Lombok melalui kegiatan pengawasan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis, 2 Juli 2026. Pengawasan difokuskan pada efektivitas pengelolaan Masyarakat Pelindungan Indikasi Geografis (MPIG), implementasi dokumen deskripsi, serta penguatan identitas produk melalui penggunaan Logo indikasi geografis Nasional untuk menjaga reputasi Mutiara Lombok dengan jaminan keaslian dan kualitas.
Kamis, 2 Juli 2026
Tidak semua rahasia kuliner Indonesia tersimpan di dapur. Sebagian justru bersembunyi di dalam kontur tanah Sumedang, tepatnya di desa Cilembu. Jika Anda merobek Ubi Cilembu Sumedang panggang disini, maka akan keluar cairan manis berwarna cokelat keemasan.
Sabtu, 27 Juni 2026
Kabut pagi perlahan menyingkap hamparan pegunungan Toraja. Di antara rimbunnya pohon tamarillo, jeruk, alpukat, nangka, hingga mangga, tumbuh ribuan pohon Kopi Arabika yang telah menjadi denyut kehidupan masyarakat selama puluhan, bahkan ratusan tahun. Di dataran dengan ketinggian lebih dari 900 meter di atas permukaan laut inilah lahir salah satu kopi terbaik Indonesia yang namanya telah dikenal hingga Amerika Serikat, Jepang, dan berbagai negara di Eropa.
Jumat, 26 Juni 2026
Mochamad Aleh S. Hermawan bercerita, setiap pasca panen, karung-karung berisi green bean Kopi Arabika Java Preanger tidak pernah sempat bertahan lama di gudang penyimpanan. Stok kopi tersebut selalu habis akibat tingginya permintaan pasar.
Kamis, 25 Juni 2026
Soto Lamongan yang selama ini dikenal luas sebagai salah satu ikon kuliner Jawa Timur kini mulai memperoleh langkah awal pelindungan hukum melalui pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Melalui kegiatan Fasilitasi dan Konsultasi Inventarisasi KIK yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Kabupaten Lamongan berhasil mengajukan pencatatan KIK untuk Soto Lamongan dan Pecel Lele.
Rabu, 20 Mei 2026
Jakarta – Denting gamelan berpadu dengan sorak warga, malam Pengerupukan di Bali selalu menghadirkan satu pemandangan yang dinanti: arak-arakan ogoh-ogoh. Di balik bentuknya yang megah dan ekspresif, ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni, melainkan representasi perjalanan panjang tradisi, kreativitas, dan identitas budaya yang kini juga memiliki nilai ekonomi tinggi serta membutuhkan pelindungan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).
Minggu, 17 Mei 2026
Bagi para penikmat kopi yang ingin memperluas pengalaman rasa, sebuah varietas unik kini hadir sebagai opsi eksplorasi: Kopi Liberika Kayong Utara. Kopi pertama dari Pulau Kalimantan yang terdaftar sebagai produk indikasi geografis tumbuh di lahan gambut pesisir Kalimantan Barat, kopi yang secara lokal dikenal sebagai Liberikayong ini menawarkan profil khas dengan aroma buah-buahan tropis seperti cempedak, memberikan warna baru di luar dominasi Arabika dan Robusta.
Minggu, 22 Februari 2026