DJKI Gandeng JICA, Cetak Pemeriksa Paten Profesional

Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelenggarakan Seminar dan On the Job Training (OJT) bertajuk Patent OJT for Young Examiners pada 24-26 Februari 2026 di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi teknis dan kualitas pemeriksaan paten di Indonesia.

Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang Andrieansjah menegaskan, peningkatan kapasitas pemeriksa paten merupakan kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya permohonan paten dan tantangan teknologi global. Menurutnya, pemeriksa paten memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara pelindungan hukum bagi karya inventor dan kepentingan publik. 

“Untuk mewujudkan zero backlog, pemeriksa paten harus memiliki kompetensi teknis kuat, pemahaman regulasi yang mendalam, dan analisis tajam,” ujar Andrieansjah dalam sambutan pembukaan di Gedung DJKI pada Selasa, 24 Februari 2026.

Andrieansjah menjelaskan, selama tiga hari peserta akan memperoleh pembekalan komprehensif mulai dari prosedur pemeriksaan, kebaruan dan langkah inventif, hingga penelusuran dokumen pembanding. Materi tersebut menjadi fondasi untuk menghasilkan pemeriksaan yang berkualitas dan konsisten secara hukum. 

“Materi ini merupakan fondasi utama laporan pemeriksaan yang berkualitas. Sebagai pemeriksa paten, keputusan saudara akan beredampak pada iklim inovasi nasional, serta daya saing industri di Indonesia,” kata Andrieansjah.

Selain menghadirkan narasumber dari JICA, kegiatan Seminar dan OJT ini juga diisi oleh pakar pemeriksaan paten yang berbagi pengalaman pemeriksaan paten internasional. Para peserta juga mengikuti studi kasus dan pemanfaatan hasil pemeriksaan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan ketajaman analisis serta konsistensi standar pemeriksaan.

Andrieansjah menilai kolaborasi internasional menjadi kunci dalam membangun sistem paten yang kredibel dan berstandar global. Dukungan JICA dinilai sebagai bentuk nyata penguatan sumber daya manusia di bidang kekayaan intelektual. 

“Kerja sama ini memperkuat sistem paten berstandar global,” ujar Andrieansjah.

Pelaksanaan Seminar dan OJT ini merupakan bagian dari langkah strategis DJKI dalam mendukung pencanangan 2026 sebagai Tahun Paten, yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan, percepatan pemeriksaan, dan penguatan ekosistem inovasi nasional. 

“Melalui penguatan kapasitas pemeriksa paten sejak awal, DJKI menargetkan lahirnya pemeriksa yang andal untuk berkontribusi menekan backlog permohonan sekaligus meningkatkan kepastian hukum bagi para inventor, sehingga mampu mendorong iklim inovasi dan daya saing industri Indonesia,” terang Andrieansjah.

DJKI berharap melalui kegiatan ini para pemeriksa paten pertama dapat menguasai aspek normatif sekaligus praktik pemeriksaan secara komprehensif. Selain peningkatan kapasitas SDM, DJKI juga mendorong kesadaran masyarakat dan pelaku industri terhadap pentingnya pelindungan paten untuk mendongkrak ekonomi bangsa melalui pemanfaatannya.



TAGS

#Paten

LIPUTAN TERKAIT

Citarasa Pesisir: Uniknya Kopi Liberika Kayong Utara

Bagi para penikmat kopi yang ingin memperluas pengalaman rasa, sebuah varietas unik kini hadir sebagai opsi eksplorasi: Kopi Liberika Kayong Utara. Kopi pertama dari Pulau Kalimantan yang terdaftar sebagai produk indikasi geografis tumbuh di lahan gambut pesisir Kalimantan Barat, kopi yang secara lokal dikenal sebagai Liberikayong ini menawarkan profil khas dengan aroma buah-buahan tropis seperti cempedak, memberikan warna baru di luar dominasi Arabika dan Robusta.

Minggu, 22 Februari 2026

Pinang Betara Jambi: Jejak Panjang Kearifan Lokal Menuju Pengakuan Indikasi Geografis

Di pagi hari ketika kabut tipis masih menggantung di atas dataran rendah gambut Kabupaten Tanjung Jabung Barat, para petani Pinang Betara mulai menapaki lorong-lorong kebun dengan sabit panjang di tangan. Batang-batang pinang menjulang lurus, berderet rapi, sementara tandan buah matang menunggu untuk dipanen. Aktivitas ini telah berlangsung turun-temurun dari memilih bibit, merawat tanaman, hingga menjemur biji pinang di bawah terik matahari menjadi denyut kehidupan masyarakat Betara. Dari kebun-kebun inilah lahir Pinang Betara Jambi, komoditas khas yang tidak hanya menopang ekonomi petani lokal, tetapi kini juga diakui negara sebagai produk Indikasi Geografis.

Sabtu, 14 Februari 2026

Mandi Syafar, dari Ritual ke Warisan Komunal Terlindungi

Air mengalir pelan, doa dilafalkan dalam sunyi, dan kebersamaan terjalin tanpa banyak kata. Begitulah suasana Mandi Syafar setiap bulan Syafar (bulan kedua dalam kalender Hijriah Islam) di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Ritual adat ini telah hidup ratusan tahun dalam keseharian masyarakat Melayu Lingga. Bukan sebagai pertunjukan, melainkan sebagai bagian dari kehidupan itu sendiri. Sejak 2019, ritual yang tumbuh dari ingatan kolektif tersebut telah diwariskan sebagai komunal yang terlindungi secara hukum.

Minggu, 8 Februari 2026

Selengkapnya