DJKI Dorong Hilirisasi Riset Lewat Workshop Indonesia-Denmark

Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI terus mendorong penguatan pemanfaatan inovasi dari perguruan tinggi melalui kegiatan workshop mengenai hilirisasi riset yang bertujuan menggali nilai ekonomi kekayaan intelektual Universitas lewat diskusi best practice dari Denmark dan Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan pada 15 April 2026 di Hotel JW Marriott Jakarta, diikuti oleh peserta dari berbagai universitas serta perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem kekayaan intelektual berbasis inovasi dan nilai ekonomi.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor inovasi yang mampu menciptakan nilai ekonomi. 

“Di era modern, universitas bukan lagi sekadar pusat pembelajaran, tetapi juga menjadi penggerak riset dan inkubator ide-ide terobosan. Agar inovasi tersebut mencapai potensi maksimal, diperlukan pelindungan kekayaan intelektual yang kuat serta komersialisasi yang efektif untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian,” tegas Hermansyah.

Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara DJKI dan Danish Patent and Trademark Office atau DKPTO dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sune Stampe Sørensen selaku Director General DKPTO, Chairul Hudaya selaku Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, serta Yasmon selaku Direktur Kerjasama dan Edukasi DJKI. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan pertukaran best practice dalam mendorong hilirisasi riset berbasis kekayaan intelektual.

Dalam paparannya, Sune memaparkan model Denmark dalam hilirisasi riset yang menitikberatkan pada keterhubungan antara universitas dan pasar global. Model ini didukung oleh sistem kekayaan intelektual yang kuat, mekanisme komersialisasi yang terstruktur, serta kolaborasi erat antara akademisi, industri, dan pemerintah, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang bernilai ekonomi tinggi dan berdaya saing internasional.

Sementara itu, praktik hilirisasi riset perguruan tinggi di Indonesia disampaikan melalui paparan Universitas Indonesia yang menunjukkan implementasi hilirisasi riset melalui ekosistem Science Techno Park. Proses ini mencakup alur dari riset berdampak tinggi, pelindungan kekayaan intelektual, hingga komersialisasi melalui inkubator bisnis dan kemitraan industri. Pendekatan tersebut telah menghasilkan berbagai capaian, seperti peningkatan jumlah kekayaan intelektual terdaftar, kerja sama lisensi, serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi berbasis inovasi.

Melalui workshop ini, DJKI menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi ekosistem kekayaan intelektual nasional agar tidak hanya berfokus pada aspek pelindungan hukum, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dan mendukung inovasi berkelanjutan. Kolaborasi Indonesia-Denmark diharapkan dapat memperkuat sinergi global dalam menjembatani hasil riset akademik dengan kebutuhan industri dan pasar.

 



TAGS

#KI Umum

LIPUTAN TERKAIT

DJKI Gandeng Kampus Perluas Edukasi KI

Jakarta – Upaya mendekatkan edukasi kekayaan intelektual (KI) ke lingkungan akademik terus diperkuat melalui kolaborasi antara Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan perguruan tinggi lewat program IP Talks On Campus. Inisiatif ini mendorong kampus mengambil peran lebih aktif dalam membangun kesadaran pelindungan KI, khususnya di kalangan mahasiswa dan peneliti sebagai penggerak utama inovasi.

Jumat, 17 April 2026

Audiensi Kanwil Sulteng di DJKI: Sertifikasi Indikasi Geografis dan Sentra KI Perguruan Tinggi

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia menerima kunjungan audiensi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah pada Kamis, 16 April 2026, di Ruang Direktur Jenderal, Gedung DJKI, Jakarta. Audiensi dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, beserta jajaran. Pertemuan ini membahas tiga agenda pokok, yakni sertifikasi Indikasi Geografis produk unggulan daerah Sulawesi Tengah, evaluasi kinerja pelayanan Kekayaan Intelektual di wilayah Sulawesi Tengah, serta penandatanganan kerja sama pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di lingkungan perguruan tinggi se-Sulawesi Tengah.

Kamis, 16 April 2026

Siapkan SDM Unggul, DJKI Bahas Kurikulum Prodi Hukum KI Bersama Poltekpin

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menggelar audiensi bersama Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) Kementerian Hukum pada Kamis, 16 April 2026, di ruang rapat Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual. Pertemuan ini menyoroti penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang kekayaan intelektual (KI) sebagai langkah strategis dalam mendukung pembukaan Program Studi Hukum Kekayaan Intelektual di Politeknik Pengayoman Indonesia yang direncanakan dibuka untuk masyarakat pada Mei 2026, sekaligus memastikan kurikulum yang disusun selaras dengan kebutuhan praktis dan standar internasional.

Kamis, 16 April 2026

Selengkapnya