Demak - Berdiri sejak tahun 1975 di Kabupaten Kudus, Polytron awalnya hanya memproduksi produk audio video. Saat ini Polytron juga memproduksi produk home appliances seperti air conditioner, lemari pendingin, dan water dispenser, bahkan produk kesehatan. Yang terbaru, Polytron juga memproduksi kendaraan listrik di Site Sayung, Demak, Jawa Tengah.
“Kami mendukung program pemerintah dalam transformasi green energy dan melihat peluang pasar untuk motor listrik,” ujar Human Resources Polytron David Setyahadi. Hal ini disampaikannya saat kunjungan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Polytron Sayung, 19 Februari 2024. David juga menjelaskan selama ini Polytron selalu mengedepankan research and development dalam inovasi produknya dan saat ini sudah memiliki beberapa paten terdaftar.
Slamet Riyadi Ketua Tim Kerja Permohonan dan Publikasi Paten sangat mengapresiasi komitmen Polytron sebagai industri dalam negeri yang menggunakan paten sebagai competitive advantage dalam industrinya. “Saat ini sudah banyak paten terkait electronic vehicle yang berasal dari luar negeri, namun dari dalam negeri belum ada. Peluang ini sebaiknya dimanfaatkan oleh Polytron dalam menghasilkan invensi teknologi baru yang bermanfaat dan bernilai komersial,” himbau Slamet.
Hadir juga dalam kunjungan ini Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah Anggiat Ferdinan. “Polytron memiliki pabrik yang luas dan menyerap banyak tenaga kerja di wilayah Jawa Tengah, penggunaan mesin dan inovasi sangat berguna bagi efisiensi produksi di pabrik ini,” ujar Anggiat. Anggiat juga menyatakan bahwa Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah sebagai kepanjangan pelayanan kekayaan intelektual dari DJKI siap untuk menjadi mitra dalam pendaftaran maupun penyelesaian sengketa paten.
Kunjungan ini merupakan awal dari rangkaian Patent One Stop Service (POSS) atau Layanan Paten Terpadu Jawa Tengah pada 19 - 22 Februari 2024. Kunjungan ini juga merupakan pilot project untuk memetakan potensi paten di bidang industri, setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan Patent Goes to Campus di tahun 2023.
Indonesia mendorong penguatan pemanfaatan kekayaan intelektual (KI) sebagai instrumen ekonomi melalui Seminar on Valuation and IP-Backed Finance dalam rangkaian ASEAN Working Group of Intellectual Property Coordination 2026 di Padma Hotel Legian, Bali. Direktur Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi Yasmon menyampaikan, forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman valuasi KI sebagai dasar pembiayaan berbasis KI di kawasan.
Kamis, 9 April 2026
Invensi yang didaftarkan sebagai paten tidak selamanya lahir dari kerumitan tingkat tinggi. Analis Kekayaan Intelektual Ahli Utama Sri Lastami, menekankan hal tersebut saat membuka acara IP Talks On Campus di Universitas Warmadewa pada 9 April 2026.
Kamis, 9 April 2026
Indonesia melanjutkan rangkaian pertemuan bilateral dengan negara Vietnam, Kamboja, dan Filipina untuk mendorong Proposal Indonesia sebagai inisiatif untuk keadilan royalti digital global di sela-sela forum ASEAN Working Group on Intellectual Property Cooperation (AWGIPC) 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan kawasan terhadap penyusunan element paper yang akan disampaikan pada forum global.
Rabu, 8 April 2026
Kamis, 9 April 2026
Kamis, 9 April 2026
Kamis, 9 April 2026