Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang TOP Digital Awards 2025 yang digelar di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025. Pada tahun ini, DJKI berhasil meraih Golden Trophy untuk kategori Top Digital Implementation 2025 # Level Star 5 dan Top Leader on Digital Implementation 2025.
Penghargaan tersebut diterima oleh Analis Kekayaan Intelektual Ahli Utama, Razilu, yang sebelumnya merupakan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual periode 15 November 2024 s.d. 13 November 2025. Pemberian penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen DJKI dalam memperkuat transformasi digital yang berkualitas, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik yang unggul.
Acara puncak TOP Digital Awards 2025 yang mengusung tema “Driving Operational Excellence Through Intelligent Digital Transformation” ini dihadiri oleh berbagai institusi pemerintah, perusahaan nasional, serta para pemimpin industri digital. Kegiatan dimulai sejak pukul 12.00 WIB dan diisi dengan registrasi, makan siang, serta sesi sharing mengenai praktik terbaik implementasi teknologi digital di Indonesia.
Dalam sesi sambutan dan keynote speech, laporan disampaikan oleh Ketua Penyelenggara Moh. Lutfi Handayani, serta Dewan Juri Goenawan Loekito yang membacakan sambutan dari Ketua Dewan Juri Achmad Benny Mutiara. Di acara ini juga diputarkan video sambutan dari Ilham Akbar Habibie selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional .
Puncak acara berlangsung pada pukul 16.30–18.00 WIB melalui penyerahan penghargaan kepada lembaga dan perusahaan yang dinilai berhasil mengembangkan layanan dan tata kelola berbasis teknologi digital. Penghargaan Golden Trophy yang diterima DJKI menjadi bukti nyata keberhasilan institusi ini dalam membangun ekosistem digital yang adaptif sekaligus mendukung perlindungan dan pemanfaatan Kekayaan Intelektual di Indonesia.
Dengan capaian ini, DJKI semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu instansi pemerintah yang konsisten mendorong inovasi digital demi pelayanan publik yang lebih efektif dan berdaya saing.
Bagi para penikmat kopi yang ingin memperluas pengalaman rasa, sebuah varietas unik kini hadir sebagai opsi eksplorasi: Kopi Liberika Kayong Utara. Kopi pertama dari Pulau Kalimantan yang terdaftar sebagai produk indikasi geografis tumbuh di lahan gambut pesisir Kalimantan Barat, kopi yang secara lokal dikenal sebagai Liberikayong ini menawarkan profil khas dengan aroma buah-buahan tropis seperti cempedak, memberikan warna baru di luar dominasi Arabika dan Robusta.
Minggu, 22 Februari 2026
Di pagi hari ketika kabut tipis masih menggantung di atas dataran rendah gambut Kabupaten Tanjung Jabung Barat, para petani Pinang Betara mulai menapaki lorong-lorong kebun dengan sabit panjang di tangan. Batang-batang pinang menjulang lurus, berderet rapi, sementara tandan buah matang menunggu untuk dipanen. Aktivitas ini telah berlangsung turun-temurun dari memilih bibit, merawat tanaman, hingga menjemur biji pinang di bawah terik matahari menjadi denyut kehidupan masyarakat Betara. Dari kebun-kebun inilah lahir Pinang Betara Jambi, komoditas khas yang tidak hanya menopang ekonomi petani lokal, tetapi kini juga diakui negara sebagai produk Indikasi Geografis.
Sabtu, 14 Februari 2026
Air mengalir pelan, doa dilafalkan dalam sunyi, dan kebersamaan terjalin tanpa banyak kata. Begitulah suasana Mandi Syafar setiap bulan Syafar (bulan kedua dalam kalender Hijriah Islam) di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Ritual adat ini telah hidup ratusan tahun dalam keseharian masyarakat Melayu Lingga. Bukan sebagai pertunjukan, melainkan sebagai bagian dari kehidupan itu sendiri. Sejak 2019, ritual yang tumbuh dari ingatan kolektif tersebut telah diwariskan sebagai komunal yang terlindungi secara hukum.
Minggu, 8 Februari 2026