Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai Finalisasi Peta Jalan Indikasi Geografis (IG) Nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Ayana Midplaza Hotel pada Rabu, 9 Oktober 2024 ini merupakan tahap lanjutan dari Kickoff Meeting Penyusunan Peta Jalan IG Nasional.
Direktur Merek dan IG Kurniaman Telaumbanua dalam sambutannya menyampaikan bahwa Peta Jalan IG Nasional memuat rencana, sasaran, dan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh Tim Pembinaan IG Nasional serta Kementerian /Lembaga/Organisasi/Pemerintah Daerah (K/L/O/P) terkait untuk meningkatkan dan melindungi produk IG terdaftar.
“Pada tahun 2024, kita mencoba menyusun Peta Jalan IG Nasional, sehingga di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2024-2029, setidaknya kita memiliki arah dengan menyesuaikan rencana teknokraktik dan visi presiden terpilih yang dirangkum dalam Asta Cita,” ungkap Kurniaman
Kurniaman menyampaikan terima kasih kepada peserta FGD yang telah memberikan waktu dan perhatian, kami yakin ini adalah komitmen kita bersama dalam mendorong IG Indonesia, sehingga membawa manfaat kepada masyarakat serta mendukung pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
"Masukan menjadi penting dalam penyempurnaan draft Peta Jalan IG Nasional karena menjadi acuan strategis dalam pengembangan IG baik ditingkat nasional maupun global," pungkas Kurniaman
Sebagai informasi, dalam kegiatan ini turut hadir Direktur Hak Cipta, dan peserta FGD yang terdiri dari anggota pembinaan IG Nasional, Perwakilan Asosiasi IG Indonesia, Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis, Tim Ahli IG dan PT. Mitra Juang Mandiri. (SGT/DAW)
Jakarta – Kolaborasi antara musisi Isyana Sarasvati dan mahasiswa Universitas Ciputra telah melahirkan karya visual berupa ilustrasi panggung dan desain album yang menarik dan unik. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri kreatif dapat menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga berpotensi menjadi aset kekayaan intelektual.
Jumat, 13 Maret 2026
Kerja sama regional menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat sistem kekayaan intelektual (KI) di kawasan ASEAN. Sejak lebih dari tiga dekade lalu, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) secara konsisten berpartisipasi dalam forum ASEAN Working Group on Intellectual Property Cooperation (AWGIPC) sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarnegara dalam pengembangan sistem pelindungan KI.
Jumat, 13 Maret 2026
Sengketa merek yang melibatkan produk oleh-oleh khas Semarang, Bandeng Juwana, menjadi perhatian publik dan sekaligus pengingat pentingnya pelindungan merek bagi pelaku usaha. Perkara tersebut saat ini tengah bergulir di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya melalui gugatan pembatalan merek yang diajukan oleh PT Bandeng Juwana terhadap PT Bandeng Juwana Indonesia. Sengketa ini menyoroti potensi persamaan pada pokoknya antara merek yang telah lebih dahulu dikenal dengan merek lain yang didaftarkan kemudian.
Kamis, 12 Maret 2026
Jumat, 13 Maret 2026
Jumat, 13 Maret 2026
Kamis, 12 Maret 2026