DJKI dan WIPO Perkuat UMKM Jatim Go Global

Surabaya - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menegaskan pentingnya pemanfaatan kekayaan intelektual (KI) sebagai strategi bisnis bagi usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing global. Hal ini disampaikan dalam pembukaan World Intellectual Property Organization (WIPO) Intellectual Property Management Clinic (IPMC) yang diselenggarakan di Aula Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Timur.

“Sekarang para pengusaha seperti UMKM dan perusahaan rintisan perlu mempelajari cara untuk mengidentifikasi, melindungi, dan mengelola aset tidak berwujud mereka agar dapat bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menembus pasar internasional,” ujar Kepala Subdirektorat Kerja Sama DJKI, Marchienda Werdany pada Selasa, 23 September 2025.

Menurutnya, KI saat ini bukan lagi sekadar aspek administratif, tetapi juga merupakan instrumen strategis untuk mengembangkan bisnis. Oleh sebab itu, DJKI terus memberikan layanan kepada masyarakat untuk memberikan dukungan dan panduan bagi para pelaku UMKM dalam memanfaatkan sistem KI yang mereka miliki salah satunya melalui kegiatan WIPO IPMC.

Lebih lanjut, Marchienda menjelaskan program ini merupakan gagasan dari WIPO, didukung oleh Japan Patent Office (JPO) yang diperuntukan bagi beberapa negara di kawasan ASEAN, yaitu Indonesia, Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Kegiatan ini diikuti oleh 75 UMKM terpilih dari Jawa Timur dan 20 di antaranya akan mendapatkan pendampingan intensif berupa konsultasi privat terkait strategi KI untuk bisnisnya.

Associate Program Officer WIPO Sarah Nassar menambahkan, program ini telah terbukti membawa dampak nyata bagi pelaku usaha di berbagai negara. Sarah juga menyebutkan bahwa WIPO bersama JPO telah mendukung kegiatan serupa di berbagai kota di Indonesia sejak 2023. Dengan program ini, UMKM tidak hanya memahami pentingnya KI, tetapi juga berlatih langsung mengintegrasikannya dalam model bisnis mereka.

“Melalui WIPO IPMC, pelaku UMKM dapat memahami KI adalah jembatan dari inovasi ke investasi, dari kreatifitas menuju kesuksesan komersialisasi, serta mendapatkan kepercayaan investor. Di Jawa Timur, kami ingin mendukung UMKM untuk memanfaatkan KI sebagai penggerak pertumbuhan dan ekspansi global,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Timur, Haris Sukamto, menegaskan pihaknya ingin melahirkan merek-merek unggulan dari UMKM Jawa Timur. Haris menilai, kerja sama DJKI, WIPO, JPO, dan pihaknya dalam penyelenggaraan kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mentransfer ilmu sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi UMKM di Jawa Timur.

Kegiatan WIPO IPMC di Surabaya akan berlangsung selama empat hari hingga 26 September 2025, dengan diawali workshop, diskusi kelompok, dan sesi konsultasi mendalam. Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM Jawa Timur mampu naik kelas dan berkontribusi dalam memperkuat perekonomian nasional dengan produk berdaya saing global.



LIPUTAN TERKAIT

DJKI Perkuat Penegakan Hukum KI, AmCham Siap Berkontribusi

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum terus memperkuat penegakan hukum di bidang kekayaan intelektual (KI) melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan American Chamber of Commerce (AmCham). Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelindungan KI yang efektif guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.

Kamis, 16 April 2026

Menatap Masa Depan Hak Cipta, DJKI Soroti Batasan Karya Dunia Digital

Masifnya perkembangan dunia digital tidak hanya membuka keran kreativitas bagi para kreator, tetapi juga memunculkan tantangan baru dalam menjaga orisinalitas sebuah karya. Saat menjadi narasumber pada program Bincang Spesial, Sinpo TV di Jakarta 15 April 2026, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Agung Damarsasongko, menaruh perhatian khusus pada dua isu penting yang sedang berkembang, yakni penggunaan artificial intelligence (AI) serta besarnya potensi sengketa hak cipta akibat kebiasaan mengunggah ulang konten milik pihak lain.

Rabu, 15 April 2026

DJKI Dorong Hilirisasi Riset Lewat Workshop Indonesia-Denmark

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI terus mendorong penguatan pemanfaatan inovasi dari perguruan tinggi melalui kegiatan workshop mengenai hilirisasi riset yang bertujuan menggali nilai ekonomi kekayaan intelektual Universitas lewat diskusi best practice dari Denmark dan Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan pada 15 April 2026 di Hotel JW Marriott Jakarta, diikuti oleh peserta dari berbagai universitas serta perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem kekayaan intelektual berbasis inovasi dan nilai ekonomi.

Rabu, 15 April 2026

Selengkapnya