Yogyakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta menerima kunjungan kerja spesifik Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan wilayah dalam mengoptimalkan pelindungan hak paten guna mendukung kemajuan teknologi nasional.
“Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam memastikan bahwa regulasi terbaru, yakni Undang-Undang (UU) Nomor 65 Tahun 2024, dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat daerah, khususnya di Yogyakarta yang memiliki potensi besar dalam inovasi dan teknologi,” ujar Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu di Kanwil Kementerian Hukum DI Yogyakarta, pada Kamis, 06 Februari 2025.
Menurut Razilu, hingga tahun 2024, terdapat 2.519 permohonan paten yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Angka ini menempatkan Yogyakarta sebagai salah satu role model pelaksana pelindungan paten, terutama berkat peran aktif perguruan tinggi dan lembaga riset di wilayah tersebut.
“Namun, tantangan masih dihadapi, seperti rendahnya tingkat komersialisasi paten serta kurangnya pendampingan bagi inventor lokal dalam proses pendaftaran,” ungkap Razilu.
Menyikapi hal tersebut, Razilu memaparkan berbagai kebijakan baru yang bertujuan untuk meningkatkan pelindungan paten. Beberapa di antaranya adalah perpanjangan masa tenggang (grace period) hingga 12 bulan, yang memberikan kesempatan lebih luas bagi inventor khususnya bagi para peneliti di universitas dalam mendaftarkan patennya, serta penguatan aspek legalitas dalam pelaksanaan paten untuk memastikan paten yang diberikan benar-benar berdampak pada perkembangan teknologi di Indonesia.
Razilu juga menyampaikan saat ini DJKI telah melakukan transformasi digital untuk mempercepat penyelesaian permohonan, termasuk sistem daring yang memungkinkan pemantauan status permohonan secara real-time. Dengan langkah ini, diharapkan hambatan yang selama ini menjadi kendala bagi inventor dapat diminimalkan.
“Sebagai komitmen kami, seluruh layanan DJKI kini berbasis elektronik dan akan diintegrasikan penuh dengan transformasi digital Kementerian Hukum, sehingga diharapkan akan memudahkan akses masyarakat dalam pengajuan KI,” ucap Razilu
Melalui pertemuan ini, Razilu mengharapkan adanya penguatan peran serta para pemangku kepentingan di daerah dalam mendukung pelindungan paten dan membangun ekosistem inovasi yang inklusif.
“Kami optimis bahwa dengan dukungan dan kolaborasi yang erat antara berbagai pihak, pelindungan kekayaan intelektual khususnya hak paten dapat menjadi pilar utama dalam meningkatkan daya saing teknologi Indonesia di tingkat global,” harap Razilu.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyampaikan paten di Indonesia harus menjadi instrumen yang benar-benar berdampak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung para inovator. Penyederhanaan regulasi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia harus dikedepankan agar pelindungan hak kekayaan intelektual dapat berjalan lebih efektif.
Oleh karena itu, pihaknya memberikan dukungan atas upaya DJKI untuk memperkuat peran pemangku kepentingan di daerah agar dapat mendukung pelindungan hak paten yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, serta mendorong kantor wilayah sebagai pelopor dalam pelaksanaan kebijakan guna meningkatkan efektivitas serta efisiensi layanan pelindungan paten di tingkat daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Kami mendorong sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, serta komunitas riset agar tercipta ekosistem inovasi yang inklusif, produktif, dan berdaya saing tinggi,” tutur Andreas.
“Pertemuan ini momentum bagi kita semua untuk merumuskan langkah-langkah strategis demi memastikan inovasi mendapatkan pelindungan yang optimal. Kami berharap hasil dari pertemuan ini dapat menghasilkan solusi yang konkret dan implementatif,” pungkasnya.
Di hamparan rawa gambut Kabupaten Lingga, pohon-pohon sagu tumbuh mengikuti ritme alam yang dipengaruhi air payau. Dari lingkungan inilah masyarakat Melayu pesisir membangun ketahanan pangan sejak ratusan tahun lalu. Jauh sebelum beras menjadi konsumsi utama, sagu telah hadir sebagai sumber kehidupan, mengisi lumbung-lumbung pangan keluarga dan menjadi bagian dari tradisi yang terus bertahan hingga kini.
Sabtu, 14 Maret 2026
Jakarta – Kolaborasi antara musisi Isyana Sarasvati dan mahasiswa Universitas Ciputra telah melahirkan karya visual berupa ilustrasi panggung dan desain album yang menarik dan unik. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri kreatif dapat menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga berpotensi menjadi aset kekayaan intelektual.
Jumat, 13 Maret 2026
Kerja sama regional menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat sistem kekayaan intelektual (KI) di kawasan ASEAN. Sejak lebih dari tiga dekade lalu, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) secara konsisten berpartisipasi dalam forum ASEAN Working Group on Intellectual Property Cooperation (AWGIPC) sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarnegara dalam pengembangan sistem pelindungan KI.
Jumat, 13 Maret 2026
Sabtu, 14 Maret 2026
Jumat, 13 Maret 2026
Jumat, 13 Maret 2026