Seminar Keliling Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Medan -  Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual, Sri Lastami mengingatkan tentang pentingnya pelindungan serta pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan intelektual (KI) demi kesejahteran bangsa dan negara secara menyeluruh. Hal ini disampaikannya pada kegiatan Seminar Keliling terkait Pelindungan dan Pemanfaatan KI bagi Kalangan Universitas, Industri dan Usaha Kecil Menengah.

“Kemampuan suatu negara untuk melindungi KI akan menentukan posisi mereka dalam teknologi global dan dalam aspek sosial. Karenanya, kekayaan intelektual menjadi sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi karena unsur teknologi, industri, dan budaya adalah unsur vital dalam aktivitas ekonomi negara.” terang Sri Lastami.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terus melakukan optimalisasi teknologi informasi agar dapat menjadi unit pelayanan publik yang profesional dan berintegritas dalam mendukung good governance.

“Kami mengharapkan dengan adanya kemudahan dalam mendaftarkan permohonan KI baik merek, paten, hak cipta, desain industri dan indikasi geografis, maka semakin banyak pula masyarakat yang mendaftarkan kekayaan intelektual ke Ditjen KI.” lanjut Sri Lastami.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatra Utara Imam Suyudi yang menyambut baik adanya kegiatan ini. 

“Dalam rentang tahun 2021–2022, setidaknya sudah ada 115 permohonan paten yang diajukan oleh perguruan tinggi yang ada di Sumatra Utara. Saya berharap kegiatan ini membawa dampak positif dalam memberikan pemahaman terkait kekayaan intelektual agar perekonomian daerah khususnya UMKM di Sumatra Utara semakin bergerak tumbuh.”

Nishiyama Tomohiro, selaku tenaga ahli mewakili Japan International Cooperation Agency (JICA) menyampaikan tentang pentingnya pemanfaatan KI di kalangan akademisi dan UMKM bagi pemerintahan Jepang.

“Pemerintahan Jepang melalui Japan Patent Office (JPO) pun turut menyelenggarakan kegiatan serupa yaitu diseminasi maupun sosialisasi kekayaan intelektual untuk kalangan akademisi, universitas maupun UMKM di Jepang. Dan saya akan membagi pengalaman tersebut dalam kesempatan ini”, jelas Nishiyama Tomohiro.

Ujiana Sianturi, S.Pd., selaku Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia untuk Sumatra Utara yang pada kesempatan tersebut menerima dua buah sertifikat merek miliknya turut mendorong para peserta khususnya kalangan UMKM untuk segera mendaftarkan merek milik mereka.

“Saya sangat merasakan manfaat dari pendaftaran merek dalam menembus pasar nasional maupun internasional, khususnya ke negara Jepang dan Amerika. Karena sertifikat merek tersebut merupakan dokumen penting yang digunakan untuk kelengkapan data ketika saya ingin mengekspor produk saya tersebut.” jelas Ujiana.

Sebagai informasi, kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA). Kegiatan yang dilaksanakan pada 13-14 September 2022 di Four Points by Sheraton Medan ini pun turut didukung oleh Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Sumatra Utara.



LIPUTAN TERKAIT

Sidang KBP: Satu Paten Lolos, Satu Gugur

Jakarta - Komisi Banding Paten (KBP) Republik Indonesia menggelar sidang terbuka untuk dua permohonan banding uraian deskripsi dan klaim dari PT. SARANA KENTJANA INDO dan PT. Indonesia Power yang berlangsung pada 10 Maret 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Selasa, 10 Maret 2026

Lisensi Desain Industri: Kolaborasi Kreatif Tanpa Pabrik

Di tengah berkembangnya ekonomi kreatif, para desainer kini memiliki peluang lebih luas untuk memasarkan karyanya tanpa harus memiliki fasilitas produksi sendiri. Melalui skema lisensi desain industri, sebuah ide atau rancangan visual dapat diproduksi secara massal oleh mitra manufaktur yang telah memiliki kapasitas produksi dan jaringan distribusi. Model kolaborasi ini memungkinkan pemilik desain memperoleh royalti sekaligus memperluas jangkauan pasar, sehingga kreativitas dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Selasa, 10 Maret 2026

Perkuat Fondasi Profesionalisme, DJKI Asah Kompetensi Public Speaking Pegawai

Di era komunikasi yang semakin dinamis, peran aparatur tidak hanya terbatas pada pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga pada kemampuan menyampaikan informasi dan kebijakan secara tepat kepada masyarakat. Kompleksitas isu kekayaan intelektual mulai dari pelindungan, pemanfaatan, hingga penegakan hukum menuntut penyampaian pesan yang jelas, sistematis, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Selasa, 3 Maret 2026

Selengkapnya