Mengenal Sistem Pendaftaran Merek Internasional ‘Madrid Protocol’

Jakarta - Sistem pendaftaran merek internasional melalui Madrid Protocol semakin penting di masa kini. Hal ini karena era teknologi informasi yang menghilangkan batas-batas negara sehingga transaksi ekonomi bisa dilakukan di mana saja dan dari mana saja.

Keunggulan dan manfaat dari sistem protokol madrid yaitu untuk memperoleh pelindungan merek di luar negeri serta mengelola pendaftaran merek dengan biaya yang relatif murah dan terjangkau merupakan dambaan bagi pelaku usaha selaku pemilik merek. Karena sistem ini mengurangi hambatan dalam aspek bahasa, biaya, dan administrasi.

Perlu diketahui bahwa Indonesia sendiri memiliki peran dalam pendaftaran merek internasional yaitu sebagai negara asal dan sebagai negara tujuan.

“Peran DJKI sebagai negara asal (office of origin), yaitu menjembatani pemilik merek terdaftar untuk mendaftarkan merek melalui sistem protokol madrid dan sampai saat ini berjumlah lebih kurang 102 permohonan merek,” terang Pemeriksa Merek Madya Nuraina Bandarsya pada kegiatan Organisasi Pembelajaran (OPERA) DJKI dengan tema ‘Sistem Pendaftaran Madrid Protocol, Indonesia Sebagai Negara Tujuan’ pada Jumat, 22 April 2022. 

Sedangkan, peran DJKI sebagai negara tujuan, Nuraina menerangkan bahwa DJKI memiliki peran untuk melakukan pemeriksaan substantif atas pendaftaran merek internasional dan memberikan keputusan terhadap permohonan pendaftaran merek internasional.


Meskipun pendaftaran Madrid Protocol melalui biro internasional, perlakuan yang diberikan kepada permohonan merek internasional terkait pemeriksaan substantif adalah sama dengan permohonan merek nasional.

“Pemeriksaan merek internasional di DJKI, Indonesia memiliki jangka waktu maksimal 18 bulan yang berdasarkan pada hukum nasional Indonesia yaitu Undang Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis,” tutur Nuraina. 

Dalam hal hasil pemeriksaan substantif terhadap permohonan merek internasional dalam jangka waktu 18 bulan, nantinya akan terdapat 3 (tiga) kemungkinan putusan awal yang harus DJKI keluarkan. 

“Pertama, apabila tidak ada putusan apapun yang dikeluarkan oleh DJKI dalam jangka waktu 18 bulan, permohonan pendaftaran Internasional tersebut otomatis didaftar,” kata Nuraina.

Ia melanjutkan, yang kedua, yaitu Statement of grant of protection dan yang ketiga adalah Notification of provisional refusal.

Selain itu, permohonan Madrid Protocol yang diajukan ke negara tujuan bisa saja mendapatkan putusan Invalidation, yaitu suatu putusan yang dibuat oleh pejabat atau kantor berwenang di negara tujuan yang membatalkan suatu pendaftaran internasional. 

“Pembatalan ini bisa diakibatkan adanya gugatan di pengadilan atau adanya pelanggaran hukum yang mengakibatkan pelindungan atas merek internasional di wilayah dimaksud dibatalkan,” ujar Nuraina.

Notification of Invalidation yang dikeluarkan ini, bisa mempengaruhi seluruh jenis barang atau hanya sebagian dari jenis barang saja. Pada putusan pembatalan ini, pemohon tidak dapat mengajukan banding.(ver/kad)


TAGS

#Merek

LIPUTAN TERKAIT

DJKI Perkuat Kompetensi Pemeriksa Desain Industri

Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum memperkuat kompetensi Jabatan Fungsional Pemeriksa Desain Industri melalui kegiatan Peningkatan Pemahaman bagi Pemeriksa Desain Industri pada 15 September 2026 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Langkah strategis ini dilakukan untuk mewujudkan proses pemeriksaan yang konsisten, akurat, dan cepat guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, pelaku usaha, dan desainer.

Selasa, 15 September 2026

Komisi Banding Paten Terima Dua Permohonan Banding Qualcomm Incorporated

Komisi Banding Paten (KBP) Republik Indonesia menerima dua permohonan banding atas penolakan permohonan paten yang diajukan oleh Qualcomm Incorporated, masing-masing dengan Nomor Registrasi 40/KBP/X/2024 dengan judul invensi “Transmisi dan Penerimaan Sinyal Referensi Pelacakan pada Perangkat NR-LTE” dan Nomor Registrasi 42/KBP/X/2024 dengan judul “Pemilihan Laju Kode Kanal Kontrol”. Kedua permohonan banding tersebut telah diperiksa dan diputuskan oleh Majelis Banding Paten dalam Sidang Terbuka untuk umum pada Selasa, 15 September 2026.

Selasa, 15 September 2026

DJKI Lantik Pranata Keuangan APBN Terampil

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional Pranata Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Terampil di Kantor DJKI, Jakarta pada Senin, 14 September 2026. Pelantikan dipimpin oleh Kepala Bagian Keuangan DJKI, R. Bagus Andika Priyo Sujatmiko W.

Senin, 14 September 2026

Selengkapnya