DJKI, Perguruan Tinggi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali Gelar Sosialiasi Kekayaan Intelektual

Bali – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menggelar Workshop Sosialisasi Kekayaan Intelektual (KI) dalam rangka Implementasi Kerja Sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinas Perindag) dan Perguruan Tinggi di Provinsi Bali.

Melalui workshop yang diikuti oleh 100 peserta yang merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Perguruan Tinggi dan Dinas Perindag ini, DJKI mengajak para stakeholder KI untuk mengandalkan peran industri kreatif sebagai roda perekonomian daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Salah satu wajah pertumbuhan ekonomi terlihat dari geliat usaha kecil yang signifikan, baik di sektor tradisional maupun modern, bahkan UMKM masih berdiri tegak dan berkontribusi dalam roda perekonomian Indonesia ketika krisis global melanda dunia.

“Berbicara tentang industri kreatif, tentunya tidak lepas dari usaha yang dijalankan oleh para start up yang masuk ke dalam lingkup UMKM,” jelas Kakanwil Kemenkumham Bali Sutrisno membacakan sambutan Dirjen KI yang sekaligus membuka seminar di Hotel Hard Rock, Bali, Selasa (27/8/2019).

Dinas Perindag dan Perguruan Tinggi juga memegang peranan pernting dalam mendukung majunya ekonomi kreatif di Indonesia dengan mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk mendaftarkan Karya Intelektual (KI) di DJKI agar mendapatkan kepastian pelindungan hukum.

“Perlindungan hukum yang diberikan akan dapat menambah nilai insentif dari kreativitas yang ada sehingga akan memberikan suatu iklim kondusif bagi investasi dan persaingan yang sehat,” ujar Sutrisno.

Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan KI Erni Widhyastari menjelaskan alasan mengapa KI dapat menjadi aset yang bernilai, sehingga memberikan manfaat ekonomi baik bagi pemilik KI maupun masyarakat.

“KI merupakan aset yang bersifat skalabel atau mudah mengakomodasi perubahan, KI tidak mengalami depresiasi (penyusutan) sebanyak apapun digunakan, KI dapat dimanfaatkan disertai dengan aset pendukung seperti teknologi, SDM dan fasilitas produksi,” papar Erni saat menyampaikan materinya.

Adanya seminar ini diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap kemajuan ekonomi dari kreatifitas masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Bali dengan memperkuat sinergi yang berkesinambungan antara Dinas Perindag, Perguruan Tinggi dan UMKM demi meningkatnya perekonomian bangsa.

Penulis: KAD
Editor: AMH


TAGS

LIPUTAN TERKAIT

Produk Indikasi Geografis Indonesia Unjuk Keunikan di Panggung Gastronomi Eropa

Tiga produk indikasi geografis unggulan Indonesia tampil di Gastronomic Forum Barcelona (GFB) 2026 yang berlangsung pada 2–4 November 2026 di Barcelona, Spanyol. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum membawa Andaliman Pulo Samosir, Kopi Arabika Hyang Argopuro, dan Kopi Arabika Pagar Alam untuk memperkenalkan kekayaan cita rasa nusantara kepada pasar internasional.

Selasa, 3 November 2026

DJKI dan GEKRAFS Kerja Sama Lindungi Karya dan Lawan Pembajakan Digital

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum terus memperluas akses pelindungan kekayaan intelektual (KI) bagi pelaku ekonomi kreatif melalui kebijakan pencatatan hak cipta bertarif Rp0. Kemudahan tersebut diharapkan mendorong para kreator untuk segera melindungi karyanya sekaligus mengembangkan KI sebagai aset ekonomi. 

Senin, 2 November 2026

Wujudkan Komersialisasi Paten, DJKI Hubungkan Inovasi Anak Bangsa dengan Industri di FBPI

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum ingin merealisasikan pemanfaatan paten sebagai aset ekonomi melalui penyelenggaraan Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 pada 3–5 November 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC). Mengusung tema Paten Penggerak Ekonomi Kerakyatan, forum ini dirancang untuk mempertemukan inventor, perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, dan investor guna mempercepat komersialisasi hasil inovasi dalam negeri.

Senin, 2 November 2026

Selengkapnya