DJKI–INTA Perkuat Kerja Sama Berantas Barang Palsu

Jenewa - Penegakan hak kekayaan intelektual (KI) menjadi perhatian utama bagi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dalam memerangi pelanggaran barang palsu yang tengah merajalela. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu dalam pertemuan bilateralnya bersama International Trademark Association (INTA). Kegiatan yang berlangsung pada 11 Juli 2025 ini masih dalam rangkaian kegiatan Sidang Umum ke-66 World Intellectual Property Organization (WIPO) di Jenewa, Swiss.

“Pemberantasan barang palsu bukan hanya soal penindakan, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem bisnis yang adil dan berdaya saing,” tegas Razilu.

Ia melanjutkan bahwa pelanggaran KI, khususnya dalam bentuk barang palsu, telah menjadi ancaman serius terhadap perekonomian nasional dan reputasi merek-merek yang telah terdaftar.

Dalam upaya memerangi praktik ini, DJKI memiliki peran penting sebagai fasilitator dan kolaborator untuk membuka jalan bagi penghapusan atau pemblokiran konten yang dilarang, memantau penjualan, serta mengambil tindakan tegas terhadap para penjual barang palsu secara online di platform digital dan e-commerce.

Razilu menceritakan bahwa tantangan dalam penegakan hukum KI adalah mempromosikan persaingan usaha yang adil bersifat global, sehingga membutuhkan kerja sama internasional yang terpadu khususnya dengan organisasi seperti INTA.

“Kami berharap adanya kolaborasi berkelanjutan dengan INTA dalam berbagi praktik terbaik, serta saling tukar informasi tentang tren pelanggaran, dan peningkatan kapasitas, khususnya jaringan dan pengalaman luas dalam pelindungan merek secara global, bagi pelaku usaha dan konsumen, dapat memberikan perlindungan maksimal,” tambah Razilu. 

Saat ini, DJKI sendiri tengah mengupayakan salah satu langkah konkret berupa penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara pemilik merek dengan platform e-commerce besar di Indonesia untuk mencari kesepakatan terbaik bagi seluruh pihak.

“Proses ini bukan hal yang mudah, karena membutuhkan dialog substansial dan persuasi untuk membangun komitmen dari semua pihak. Namun kami percaya, pendekatan kolaboratif jauh lebih efektif dalam menciptakan dampak jangka panjang,” jelas Razilu.

Hal ini sejalan dengan visi DJKI dalam menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat dan berkeadilan, seiring dengan terus tumbuhnya pasar digital yang menuntut sistem hukum yang responsif dan modern.

“Saya berharap melalui penegakan hukum yang kuat, edukasi publik, serta kerja sama lintas sektor, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan adil bagi inovator, pemilik merek, serta konsumen di Indonesia dan dunia,” pungkas Razilu. (SGT/IWM)



LIPUTAN TERKAIT

DJKI Hadirkan Booth Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual di Inacraft 2026

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) kembali berpartisipasi dalam ajang The 26 Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 dengan menghadirkan booth layanan konsultasi kekayaan intelektual di Jakarta Convention Center. Kehadiran booth tersebut menjadi upaya DJKI untuk mendekatkan layanan kekayaan intelektual kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan perajin yang memiliki potensi karya kreatif.

Rabu, 4 Februari 2026

Dirjen KI Imbau Pengrajin Lindungi Karya di Inacraft 2026

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, mengimbau para pengrajin dan pelaku usaha kriya, khususnya yang berpartisipasi dalam Inacraft 2026 untuk segera melindungi karya mereka melalui pendaftaran kekayaan intelektual. Menurutnya, karya kerajinan yang tidak dilindungi berpotensi besar mengalami pembajakan dan pemalsuan.

Rabu, 4 Februari 2026

Gotong Royong Merek Kolektif, Senjata Produk Desa Tembus Ekspor

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum memacu pemanfaatan merek kolektif sebagai instrumen strategis untuk mendongkrak nilai ekonomi produk desa. Langkah ini diambil guna mendorong koperasi dan kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar memiliki identitas bersama yang kuat untuk menembus pasar internasional.

Rabu, 4 Februari 2026

Selengkapnya