Jakarta — Hermansyah Siregar resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) pada 28 November 2025 di Jakarta. Pengangkatannya menegaskan rekam jejak kinerjanya yang kuat, terutama saat memimpin Direktorat Merek dan Indikasi Geografis dengan capaian signifikan dalam percepatan dan penyelesaian layanan pelindungan kekayaan intelektual khususnya merek dan indikasi geografis.
Sepanjang Januari hingga 15 November 2025, Direktorat Merek dan Indikasi Geografis di bawah kepemimpinan Hermansyah berhasil menyelesaikan 129.672 permohonan dan memangkas waktu penyelesaian permohonan dari sembilan bulan menjadi enam bulan sesuai undang-undang cipta kerja. Selain itu Hermansyah juga melakukan akselerasi pendaftaran Indikasi Geografis sejumlah 66 dan mendorong pendaftaran merek kolektif pada Koperasi Merah Putih yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Akselerasi layanan yang dilakukan sesuai arahan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas yang ingin memastikan bahwa layanan KI diberikan secara efektif, cepat, dan mudah kepada masyarakat. Keselarasan ini memperlihatkan bahwa kepemimpinan Hermansyah mampu menerjemahkan arahan kebijakan menjadi hasil nyata di tingkat operasional.
Dalam sesi pelantikan, Wakil Menteri Hukum RI Eddy O.S. Hiariej menegaskan bahwa Ditjen KI memiliki peran strategis dalam menggerakkan nilai ekonomi dari kreativitas, inovasi teknologi, pengetahuan tradisional, dan potensi daerah. Menurutnya, penguatan layanan KI harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, UMKM, dan pelaku kreatif.
“DJKI bukan lagi sekadar kantong administratif untuk mencatat karya atau menerbitkan sertifikat. KI harus tampil sebagai otoritas yang mampu menggerakkan nilai ekonomi dari kreativitas, inovasi, pengetahuan tradisional, dan potensi daerah di seluruh Indonesia,” ujar Eddy.
Eddy kemudian memberikan arahan agar Hermansyah melanjutkan percepatan modernisasi layanan KI. Digitalisasi, penyederhanaan prosedur, serta integrasi data dipandang menjadi fondasi untuk memastikan layanan KI semakin cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
“Teruntuk Dirjen KI, jadilah lokomotif inovasi. Perkuat digitalisasi layanan, kurangi hambatan prosedural, dan bangun sistem KI yang terintegrasi, transparan, dan ramah pengguna,” lanjut Eddy.
Dengan rekam jejak yang telah terbukti, Hermansyah diharapkan memperkuat pelindungan merek, IG, hak cipta, dan paten sebagai instrumen ekonomi yang meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat. Penguatan tata kelola KI di bawah kepemimpinannya menjadi bagian penting dalam mendorong daya saing nasional dan memperluas kesempatan usaha di seluruh Indonesia.
Sebanyak 912 peserta mengikuti Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas, Kementerian Hukum, dan Kementerian Hak Asasi Manusia di Jakarta, 12 Maret 2026. Dengan dukungan 22 armada bus yang telah melalui uji kelayakan ketat, program bertema "Mudik Pasti Aman, Hati Nyaman" ini bertujuan menyediakan perjalanan yang aman dan terorganisir.
Kamis, 12 Maret 2026
Jakarta - Komisi Banding Paten (KBP) Republik Indonesia menggelar sidang terbuka atas dua permohonan banding yang diajukan oleh Qualcomm Incorporated pada Kamis, 12 Maret 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Jakarta.
Kamis, 12 Maret 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum tengah mempercepat langkah strategis untuk menjadi International Searching Authority (ISA). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata mensejajarkan Indonesia dengan kantor kekayaan intelektual (KI) kelas dunia.
Kamis, 12 Maret 2026
Sabtu, 14 Maret 2026
Jumat, 13 Maret 2026
Jumat, 13 Maret 2026