Sinergi DJKI, ITB, Denmark Perkuat KI


Bandung – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum melakukan kunjungan ke Innovation Park Bandung Technopolis Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Selasa, 14 April 2026, guna memperkuat kerja sama pengembangan ekosistem inovasi dan pengelolaan kekayaan intelektual melalui pertukaran praktik terbaik antara Indonesia dan Denmark, sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra internasional.

Direktur Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB, R. Sugeng Joko Sarwono menyampaikan bahwa ITB Innovation Park Bandung Technopolis merupakan technology park kedua yang dikembangkan oleh ITB sebagai bentuk komitmen dalam pengelolaan teknologi berkelanjutan di Indonesia.

“Kami melihat Innovation Park ini sebagai jembatan antara riset dan industri, sekaligus ruang strategis untuk memastikan hasil inovasi dapat dilindungi melalui kekayaan intelektual dan dimanfaatkan secara luas,” ujar Joko.

Ia menjelaskan bahwa DKST ITB berperan sebagai penghubung antara riset dan industri melalui penguatan hilirisasi hasil penelitian serta pengembangan startup berbasis inovasi. Berbagai skema kolaborasi dijalankan, mulai dari riset bersama, pembiayaan riset, inkubasi, hingga komersialisasi kekayaan intelektual melalui Technology Transfer Office (TTO). ITB juga telah menjalin kemitraan internasional dengan berbagai institusi, termasuk Cambridge University dan National University of Singapore (NUS).

Joko juga menyampaikan ketertarikannya untuk menjajaki kerja sama lanjutan, termasuk melalui kunjungan ke Denmark untuk mempelajari pengelolaan TTO serta pengembangan fasilitas inovasi seperti SkyLab.

Pada kesempatan yang sama, Director General of Danish Patent and Trademark Office (DKPTO) Sune Stampe Sørensen menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan hasil konkret dari kerja sama antara DKPTO dan DJKI. Ia mengapresiasi perkembangan ekosistem inovasi di Indonesia yang dinilai semakin kuat dan terarah.

“Kami melihat adanya potensi besar dalam kolaborasi ini, terutama dalam memperkuat pengelolaan kekayaan intelektual yang mampu mendorong hilirisasi inovasi secara efektif,” kata Sune.

Ia menjelaskan bahwa DKPTO berada di bawah Kementerian Perindustrian, Bisnis, dan Urusan Keuangan Denmark guna memastikan keterkaitan yang erat dengan sektor industri. Menurutnya, terdapat kesamaan dan perbedaan pendekatan antara Denmark dan Indonesia, khususnya dalam pengelolaan TTO serta kemitraan antara universitas dan pemerintah.

Lebih lanjut, di Denmark pengelolaan TTO dilakukan secara independen oleh masing-masing universitas dengan tetap mengacu pada regulasi pemerintah. Pendekatan ini menjadi salah satu praktik yang dapat dipelajari dalam rangka memperkuat pengelolaan dan komersialisasi kekayaan intelektual di Indonesia. 

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kerja Sama DJKI, Marchienda Werdany, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi sarana strategis bagi DJKI untuk terus mendorong pertukaran praktik terbaik dalam pengelolaan kekayaan intelektual yang selaras dengan kebutuhan industri.

“Pertukaran praktik terbaik ini penting untuk memastikan bahwa pengelolaan kekayaan intelektual di Indonesia semakin adaptif dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujar Marchienda.

Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen DJKI untuk terus memfasilitasi penguatan kerja sama antara DKST ITB dan DKPTO. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat semakin mengoptimalkan pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual, sehingga mampu mendukung terciptanya ekosistem inovasi yang berdaya saing global serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri.

 



LIPUTAN TERKAIT

Dari Tanah Andalas, Kulit Umbi Gadung Jadi Harapan Baru untuk Pertanian Indonesia

Di tanah Andalas, cerita tentang ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas. Ia hidup, tumbuh, dan perlahan menemukan jalannya menuju kehidupan nyata. Dari laboratorium yang sunyi, lahir harapan bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa lebih ramah lingkungan, mandiri, dan bernilai.

Selasa, 14 April 2026

DJKI Gandeng Kemenpar Wujudkan GI Tourism sebagai Katalisator Ekonomi Lokal

Pariwisata dan kekayaan intelektual (KI) adalah dua hal yang saling berkelindan dalam menciptakan nilai tambah ekonomi yang luar biasa bagi suatu daerah. Hal inilah yang menginisiasi lahirnya GI Tourism, konsep wisata tematik yang menjadikan produk dan wilayah asal indikasi geografis sebagai inti pengalaman perjalanan wisata.

Selasa, 14 April 2026

Evaluasi Layanan Paten dan Merek, DJKI Percepat Reformasi Pelayanan Berbasis SDM dan Teknologi

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan Badan Strategi Kebijakan Kementerian Hukum menggelar rapat diskusi evaluasi pelayanan paten dan merek sebagai tindak lanjut arahan strategis Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, untuk mempercepat proses layanan. Fokus utama pembahasan meliputi percepatan waktu penyelesaian permohonan, penguatan kapasitas organisasi, serta penambahan sumber daya manusia (SDM). 

Selasa, 14 April 2026

Selengkapnya