Pelindungan Hak Cipta Karya Animasi untuk Lokomotif Ekonomi Baru

JAKARTA – Pelindungan hak cipta atas setiap piksel karya animasi menjadi pondasi utama dalam membangun industri gim dan konten digital nasional yang berdaya saing. Setiap frame animasi, karakter, hingga gerakan dalam gim merupakan ciptaan yang memiliki nilai ekonomi dan wajib dilindungi agar tidak disalahgunakan. Tanpa pelindungan yang kuat, potensi ekonomi kreatif Indonesia akan terus didominasi oleh produk asing.

Hal tersebut disampaikan Pemeriksa Desain Industri Ahli Madya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Krissantyo Adinda. Dia menegaskan bahwa animasi digital dalam gim merupakan ciptaan yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta serta regulasi terkait lainnya. 

“Hubungan antara piksel dan animasi sangat erat. Piksel adalah bahan dasar setiap frame animasi digital. Ketika piksel itu disusun menjadi karya yang orisinal dan memiliki karakter artistik, maka di situlah hak cipta lahir dan melekat secara otomatis,” ujar Krissantyo pada 2 Maret 2026 melalui IP Talks yang digelar secara daring.

Ia menjelaskan bahwa hak cipta umumnya meliputi hak moral dan hak ekonomi. Hak moral menjamin nama pencipta tetap dicantumkan dan karyanya tidak dimutilasi atau didistorsi. Sementara hak ekonomi memberi kewenangan eksklusif untuk menggandakan, mendistribusikan, mengadaptasi, hingga mengumumkan ciptaan. Setiap penggunaan untuk tujuan komersial wajib mendapatkan izin atau lisensi dari pemegang hak cipta.

Lebih lanjut, Krissantyo mengingatkan pentingnya langkah konkret pelindungan bagi kreator animasi dan pengembang gim. Menurutnya, kreator harus menyimpan seluruh bukti ciptaan, mulai dari file gambar, spreadsheet, image sequence, hingga model 3D dan motion capture. 

“Cantumkan identitas pencipta dan lakukan pencatatan ciptaan ke DJKI. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen hukum yang memberi kepastian dan kekuatan pembuktian,” lanjutnya.

Sejalan dengan itu, CEO Anantarupa Studios, Ivan Chen, menyoroti bahwa industri IP merupakan lokomotif baru ekonomi kreatif global. Sayangnya, meski telah banyak data yang menunjukkan industri gim global bernilai ratusan miliar dolar dan terus bertumbuh, kontribusi gim lokal di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan produk impor.

“Nilai terbesar industri konten bukan hanya pada produk yang terlihat di layar, melainkan pada Intellectual Property (IP) yang dimiliki dan dilindungi. Jika IP tidak kita jaga, maka kita hanya menjadi pasar bagi produk asing,” ujar Ivan.

“Ini tantangan serius. Transaksi gim di dalam negeri didominasi IP asing. Tanpa pelindungan dan strategi pemanfaatan IP domestik, kreator kita akan sulit naik kelas. Pelindungan tiap piksel karya animasi adalah fondasi untuk membangun creative powerhouse Indonesia,” pungkasnya.

DJKI menekankan bahwa pelindungan hak cipta bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan strategi pembangunan ekonomi kreatif jangka panjang. Dengan memastikan setiap karya animasi terlindungi melalui pencatatan, lisensi yang sah, serta penegakan hukum yang konsisten, Indonesia dapat mendorong lahirnya lebih banyak IP lokal yang kuat, berdaya saing, dan mampu menjadi kekuatan ekonomi baru bagi bangsa.

 



TAGS

#Hak Cipta

LIPUTAN TERKAIT

Roadmap KI Masuki Tahap Pendalaman

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum melanjutkan penyusunan roadmap strategis pengembangan kekayaan intelektual (KI) melalui Forum Group Discussion (FGD) pendalaman per jenis KI. Kegiatan yang digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Hukum, Depok, pada 2–6 Maret 2026 ini difokuskan untuk merumuskan arah kebijakan dan rencana regulasi KI yang lebih komprehensif.

Senin, 2 Maret 2026

DJKI Lantik Tujuh Pejabat Baru demi Percepatan Transformasi Kelembagaan

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia secara resmi melantik sejumlah pejabat pada jabatan fungsional baru di lingkungan Sekretariat DJKI. Acara yang berlangsung di Kantor DJKI, Jakarta, pada Kamis, 26 Februari 2026 ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat tata kelola arsip, pembentukan regulasi, serta pengelolaan sumber daya manusia aparatur guna mendukung program prioritas di awal tahun anggaran.

Kamis, 26 Februari 2026

DJKI Gelar Rapat Refocusing Anggaran, Fokus Perkuat Program Strategis KI

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menggelar Rapat Refocusing Anggaran DJKI untuk mendukung program-program strategis Tahun 2026 di Ruang Rapat Lantai 10 DJKI, Kamis, 26 Februari 2026. Rapat yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar tersebut membahas optimalisasi anggaran melalui penataan ulang belanja kegiatan agar lebih selaras dengan tugas dan fungsi organisasi.

Kamis, 26 Februari 2026

Selengkapnya