Jakarta - Indonesia memiliki sekitar 250 ribu paten, tantangan berikutnya adalah bagaimana invensi yang sudah dilindungi tersebut dapat terserap di dunia industri. Melalui Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI membuka ruang pertemuan antara inventor, perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, investor, dan pelaku usaha, sehingga paten memiliki peluang lebih besar untuk dimanfaatkan dan dikembangkan secara komersial.
Rangkaian menuju forum tersebut dibangun melalui Road to Indonesia Patent Business Forum yang melibatkan DJKI dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI). Talkshow dan sosialisasi yang digelar di Gedung MGK Office Tower B, Jakarta, 30 September 2026 ini, menjadi bagian dari upaya mempertemukan ekosistem kekayaan intelektual (KI) dengan jaringan dunia usaha yang dimiliki INTI.
Ketua Harian INTI Ulung Rusman mengatakan, kolaborasi dengan DJKI Kementerian Hukum diharapkan dapat mengubah cara pandang dunia usaha terhadap KI. Paten, merek, hak cipta dan rezim KI lainnya tidak semata dipandang sebagai kelengkapan administratif, tetapi sebagai aset yang dapat mendukung pengembangan usaha.
“KI adalah aset bisnis strategis yang bernilai sangat tinggi dan menjadi pondasi utama bagi hilirisasi inovasi. Karena itu, kolaborasi ini kami harapkan membantu dunia usaha memahami perlindungan dan valuasi aset KI sekaligus menjawab kebutuhan industri,” ujar Ulung.
Ulung menurutkan, bahwa dalam jejaringnya, INTI memiliki sekitar 18 Pengurus Daerah dan 102 kabupaten/kota, dengan anggota yang bergerak di berbagai bidang usaha, mulai dari pemilik merek, UMKM, manufaktur hingga bisnis berbasis teknologi. Jaringan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi teknologi dan inovasi sekaligus membawa kebutuhan dunia usaha ke dalam pembahasan pengembangan KI.
“Ke depan, kami ingin kolaborasi ini berlanjut menjadi kemitraan strategis yang konkret dalam mengedukasi dunia usaha terkait proteksi dan komersialisasi KI. Kami juga mendorong komersialisasi dan hilirisasi inovasi agar inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi masuk ke rantai pasok industri nasional dan global,” kata Ulung.
Dari sisi DJKI, persoalan yang dihadapi bukan semata-mata jumlah paten yang telah dihasilkan. Direktur Jenderal KI Hermansyah Siregar menyebut Indonesia saat ini memiliki sekitar 250 ribu paten yang mencakup berbagai bidang teknologi. Tantangannya adalah bagaimana paten tersebut dapat ditemukan, dipertemukan dengan kebutuhan industri, lalu dikembangkan menjadi produk atau teknologi yang digunakan.
Menurut Hermansyah, hubungan antara dunia usaha dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian perlu dibangun sejak tahap penentuan kebutuhan teknologi. Dengan begitu, kegiatan riset dan pengembangan invensi dapat lebih dekat dengan persoalan yang benar-benar dihadapi industri.
“Jumlah paten memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesesuaiannya dengan kebutuhan industri. Karena itu, melalui forum bisnis paten ini kita ingin mendorong pendekatan patent driven by industry, sehingga kebutuhan industri dapat menjadi salah satu dasar bagi perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam mengembangkan invensi,” ujar Hermansyah.
Pendekatan tersebut juga membuka peluang pemanfaatan paten yang sudah tersedia. Hermansyah menjelaskan, paten yang relevan dengan kebutuhan industri dapat dikembangkan melalui lisensi, alih teknologi, maupun kerja sama antara perguruan tinggi atau lembaga penelitian dengan mitra usaha. Pada saat yang sama, industri dapat menyampaikan kebutuhan teknologinya agar menjadi pertimbangan dalam pengembangan riset berikutnya.
Di titik inilah FBPI diposisikan sebagai ruang pertemuan antara kebutuhan dan potensi tersebut. Dunia usaha dapat menyampaikan kebutuhan teknologi, sementara inventor, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian memiliki kesempatan memperkenalkan invensi yang berpotensi dikembangkan. INTI membawa jejaring pelaku usaha, sedangkan DJKI menyediakan ekosistem pelindungan KI yang menjadi dasar bagi pemanfaatan dan kerja sama tersebut.
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat INTI Bidang Bisnis, Ekonomi, Komunikasi, Digitalisasi dan Pengembangan Jejaring Usaha Tomi Wistan mengatakan, INTI siap mendorong keterlibatan para pengusaha, investor, industri, dan UMKM dalam rangkaian menuju FBPI. Menurutnya, pertemuan tersebut diharapkan membuka ruang kerja sama sekaligus peluang transaksi yang dapat memberi dampak lebih luas bagi perekonomian.
“Kita tidak lagi berbicara tentang INTI atau DJKI, tetapi sudah berbicara tentang Indonesia. Kita bisa mengumpulkan inventor, investor, pengusaha, industri, maupun UMKM agar bersama-sama mengembangkan perekonomian Indonesia,” kata Tomi.
Rangkaian Road to Indonesia Patent Business Forum tersebut selanjutnya akan bermuara pada FBPI yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 3–5 November 2026. Forum ini disiapkan untuk mempertemukan lebih luas inventor, investor, industri, dan pelaku usaha dalam membangun peluang pemanfaatan teknologi, komersialisasi paten, serta kerja sama yang dapat membawa inovasi dari tahap perlindungan menuju penggunaan di dunia usaha.
Jakarta – Komisi Banding Paten (KBP) Republik Indonesia menggelar sidang terbuka untuk membacakan putusan atas dua permohonan banding paten pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Ruang Sidang Komisi Banding Paten, Lantai 7, Gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Jakarta Selatan.
Kamis, 22 Oktober 2026
Semarang - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum menyelenggarakan Uji Publik Program Penyusunan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Kekayaan Intelektual Nasional (RIKIN) Tahun 2027–2036 di Hotel Ciputra Semarang pada Rabu 21 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan menghimpun masukan pemangku kepentingan untuk menyempurnakan arah kebijakan dan ekosistem kekayaan intelektual (KI) nasional untuk sepuluh tahun ke depan.
Rabu, 21 Oktober 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum kembali mempertemukan inventor dengan dunia industri dalam hari kedua Innovation Pitching Day sebagai bagian dari Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 pada 8 Oktober 2026 di Gedung DJKI, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para inventor untuk memperkenalkan hasil penelitian dan invensinya kepada industri sekaligus membuka peluang pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam negeri.
Kamis, 8 Oktober 2026
Jumat, 23 Oktober 2026
Jumat, 23 Oktober 2026
Kamis, 22 Oktober 2026