Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menyerahkan sertifikat Indikasi Geografis kepada Masyarakat Penggiat Pelindungan Indikasi Geografis Jeruk Kalamansi Bengkulu Tengah. Sertifikat dengan nomor IDG000000179 ini diterima langsung oleh Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, yang didampingi oleh Plt. Ketua Bappeda Bengkulu Tengah, Hertoni Agus Satria, serta perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bengkulu di Kantor DJKI, Kuningan, Jakarta Selatan pada 13 Maret 2025.
Dirjen Kekayaan Intelektual, Razilu, dalam sambutannya mengapresiasi langkah pemerintah daerah Bengkulu Tengah yang telah menggali serta melindungi indikasi geografis daerahnya. Dia menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak termasuk pemerintah daerah dan masyarakat dalam melindungi dan mempromosikan produk indikasi geografis, sejalan dengan program Jelajah KI. Menurutnya, baru sekitar 2 juta kekayaan intelektual yang terdaftar sejak pertama kali kantor kekayaan intelektual berdiri di Indonesia. Angka ini masih sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
"Promosi produk indikasi geografis memerlukan sinergi berbagai pihak. Program Jelajah KI menjadi wadah penting untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat mengenai kekayaan intelektual," ujarnya.
Senada dengan Razilu, Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menegaskan bahwa juga telah melakukan berbagai kampanye dan roadmap kekayaan intelektual serta branding untuk Bengkulu Tengah. Kini tidak hanya dikenal sebagai Bumi Rafflesia, tetapi Bengkulu juga ingin dikenal sebagai Bumi Merah Putih, yang memiliki sejarah serta kultur kental nusantara.
"Kami memperkenalkan konsep Kalambo (Kalamansi dan Bambu), yang akan ditanam oleh setiap penduduk karena kemudahannya dalam tumbuh dan berkembang," ujarnya. Kalambo ini akan dibudidayakan setiap penduduk Bengkulu Tengah karena tanaman ini mudah tumbuh dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Jeruk Kalamansi yang juga dikembangkan kini juga telah menuai banyak permintaan di pasar dan mulai ditargetkan untuk ekspor.
"Kami sudah memiliki roadmap ekspor Jeruk Kalamansi. Permintaannya cukup tinggi, dan kami juga telah menyiapkan strategi di bidang pertanian untuk promosi dan penanaman bibit," ujarnya. Selain itu, Bengkulu Tengah juga mengembangkan berbagai produk unggulan lainnya seperti Durian Oranye (Tembaga), Kopi Robusta, serta Kampung Batik Sungai Lengau yang telah diatur dalam Peraturan Daerah agar ASN mengenakannya sebagai pakaian resmi. Ada juga Kampung Panca Mukti dengan para penenun yang potensial.
"Kami berharap DJKI dapat berkunjung ke Bengkulu Tengah untuk melihat langsung berbagai potensi ini," tambahnya.
Sebagai penutup, Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Andrieansjah, mengapresiasi perkembangan KI di Bengkulu. Dia juga mendorong hubungan pemerintah dengan komunitas ekonomi kreatif diperkuat untuk peningkatan ekosistem KI di Bengkulu. "Bengkulu sudah memiliki perkembangan yang baik dalam kekayaan intelektual, tetapi perlu lebih banyak kolaborasi dengan komunitas ekonomi kreatif agar manfaatnya lebih luas," pungkasnya.
Desain Industri merupakan salah satu bentuk kekayaan intelektual yang memiliki nilai strategis bagi pelaku usaha dan juga desainer. Melalui pendaftaran Desain Industri, pemohon dapat memperoleh hak eksklusif atas tampilan visual suatu produk, yang tidak hanya dapat melindungi produk tersebut dari peniruan dan penggunaan tanpa izin oleh pihak lain tetapi juga memungkinkan pemohon mendapat nilai ekonomis dari lisensi.
Kamis, 5 Februari 2026
Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menggelar rapat belanja masalah Direktorat Penegakan Hukum Kekayaan Intelektual (Ditgakum) di ruang rapat lantai 10 DJKI pada Rabu, 4 Januari 2026 yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar. Rapat ini membahas kebutuhan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta sinkronisasi perencanaan anggaran guna menjawab tantangan pelanggaran kekayaan intelektual (KI) yang semakin kompleks.
Rabu, 4 Februari 2026
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Hermansyah Siregar memberikan arahan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) DJKI yang menjabat sebagai analis hukum terkait penguatan regulasi Kekayaan Intelektual (KI), di kantor DJKI ruang rapat lantai 7 Selasa, 03 Februari 2026.
Selasa, 3 Februari 2026