DJKI Pertemukan Pemilik KI dan Mitra Bisnis di Ajang Business Matching Nasional

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menggelar rangkaian Business Matching dalam IP Xpose Indonesia 2025 pada Jumat, 15 Agustus 2025. Ajang ini mempertemukan para pemilik kekayaan intelektual (KI), pelaku industri, dan investor untuk menjajaki peluang kerja sama komersial.

Empat sektor business matching yang difasilitasi meliputi merek, paten, desain industri, dan KI komunal. Setiap peserta mempresentasikan produk, teknologi, atau identitas intelektualnya kepada calon mitra yang hadir, dilanjutkan dengan diskusi potensi kolaborasi dan penjajakan kesepakatan.

Sorotan datang dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Culinary Indonesia yang diwakili Chikita Virginia S, pemilik brand Ardena Food dan Wooly Cafe. HIPMI Culinary memiliki program strategis antara lain Capital, Upscaling, Access to Market, dan Networking yang disingkat CUAN. Chikita menjelaskan anggotanya yang siap bermitra, termasuk produk yang telah mengantongi sertifikasi halal, BPOM, HACCP, dan ISO untuk pasar ekspor.

"Kadang kita punya brand bagus, tapi tidak tahu cara membawanya ke pasar. Itulah kenapa HIPMI hadir untuk membantu akses modal, pembinaan, dan membuka jaringan ke pasar yang lebih luas, termasuk internasional. Kami juga mengajak pelaku usaha untuk mendaftarkan merek sejak awal agar tidak kehilangan identitas saat bisnis berkembang," tegas Chikita.

Pada business matching paten, Telkom University menawarkan Smart Mannequin dan Automation Weapon Rack untuk industri pertahanan, sementara Universitas Diponegoro menghadirkan tangan bionik dan alat ukur kekuatan otot untuk sektor kesehatan. Universitas Esa Unggul menampilkan alat bantu jalan audiovisual pasca stroke untuk rehabilitasi medis.

PT INKA (Persero) yang hadir sebagai calon mitra industri menekankan peran strategis mereka dalam mengakselerasi invensi ke tahap produksi massal. “Keterlibatan industri sangat penting untuk memastikan invensi benar-benar siap memasuki pasar, dapat diproduksi massal, dan relevan dengan kebutuhan pelanggan. Sinergi antara birokrasi, akademisi, dan industri menjadi kunci agar potensi paten tidak berhenti di meja laboratorium,” ujar Rochmad Agung Widodo, General Manager Hukum PT INKA (Persero).

DJKI berharap business matching ini menghasilkan kemitraan konkret yang memperkuat ekosistem inovasi nasional, meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dan membuka akses pasar domestik maupun internasional.



TAGS

#KI Umum

LIPUTAN TERKAIT

Forum Bisnis Paten Jadi Motor Hilirisasi Inovasi

Pencanangan tahun 2026 sebagai Tahun Paten juga diikuti dengan penguatan Forum Bisnis Paten (FBP) sebagai langkah konkret untuk mempercepat hilirisasi inovasi nasional. Forum ini dirancang sebagai ruang temu antara inventor, industri, investor, dan lembaga riset agar paten dalam negeri tidak hanya terdaftar, tetapi juga dimanfaatkan secara nyata melalui komersialisasi paten dari pemanfaatannya sebagai aset dan modal dalam bisnis.

Senin, 16 Februari 2026

Medali Gordon Sepucuk Jambi Sembilan Lurah: Penanda Kebesaran Adat yang Kini Dilindungi Negara

Kilau emas Medali Gordon Sepucuk Jambi Sembilan Lurah tidak sekadar memantulkan cahaya, tetapi juga memantulkan ingatan kolektif masyarakat adat Jambi akan sejarah panjang, nilai kehormatan, dan jati diri budaya yang diwariskan lintas generasi. Di tengah derasnya arus modernisasi, medali ini tetap bertahan sebagai simbol kebesaran adat yang hidup dan dimuliakan, bukan hanya disimpan sebagai peninggalan masa lalu.

Minggu, 15 Februari 2026

Indonesia dan WIPO Perkuat Kemitraan Kekayaan Intelektual

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Hermansyah Siregar melaksanakan pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal World Intellectual Property Organization (WIPO) Daren Tang, didampingi Deputy Director General (DDG) WIPO Hasan Kleib, pada Jumat, 13 Februari 2026 di Jenewa, Swiss. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis kerja sama di bidang kekayaan intelektual, mulai dari penguatan kapasitas nasional hingga peran Indonesia dalam tata kelola KI global.

Sabtu, 14 Februari 2026

Selengkapnya