DJKI Implementasikan Kerja Sama dengan WIPO melalui Workshop and Mentoring Program

Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) menyelenggarakan kegiatan Workshop and Mentoring Program di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta pada 22 s.d. 26 Oktober 2024. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi proyek kerja sama antara DJKI dan World Intellectual Property Organization (WIPO) terkait Artificial Intelligence (AI) for Administrative Procedure.

Dalam sambutannya, Marchienda Werdany selaku Koordinator Kerja Sama Luar Negeri, mewakili  Direktur Kerja Sama dan Edukasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam tahap pengembangan sistem pelayanan kekayaan intelektual (KI) berbasis kecerdasan buatan atau AI sehingga dapat lebih mudah, cepat, dan mempermudah masyarakat dalam melindungi KI-nya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membahas penggunaan sistem permohonan KI di Indonesia yang berbasis AI dan untuk mengetahui sejauh mana penerapan teknologi AI dalam sistem pelayanan DJKI secara online. Selain itu, juga untuk memberikan dasar pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan terkait AI khususnya bagi para Pemeriksa KI dan pegawai pada Direktorat Teknologi Informasi,” ujar Marchienda.

Menurutnya, dengan integrasi AI yang diterapkan dalam sistem permohonan KI dapat membawa sejumlah manfaat signifikan, di antaranya efisiensi proses dengan penelusuran yang lebih cepat, otomatisasi pekerjaan rutin dan pengurangan waktu proses, akurasi hasil pekerjaan pelayanan yang lebih tinggi dengan analisis data yang mendalam, serta beberapa manfaat lainnya.

“Harapannya, kegiatan ini dapat membantu peserta, khususnya para pemeriksa KI, dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan AI dalam pelayanan KI. Tidak hanya itu, peserta juga diharapkan dapat menerapkan dan mengembangkan hasil transfer pengetahuan yang dilakukan bersama WIPO dan Korean Intellectual Property Office (KIPO) pada pelayanan di DJKI,” harap Marchienda.

Pada kesempatan yang sama, Ryu Ho Gil selaku Wakil Direktur Divisi Sistem Informasi KIPO menuturkan bahwa dirinya merasa sangat senang dapat berpartisipasi dalam workshop WIPO ini. Di mana saat ini timnya sedang mengembangkan berbagai teknologi AI untuk diterapkan dalam layanan administrasi paten.

“Saya berharap melalui workshop ini, DJKI juga dapat membangun sistem pemeriksaan berbasis AI yang akan membuat kantor paten negara lain merasa tertandingi,” ujar Ryu.

“Ke depannya, KIPO juga akan terus memperkuat kerja sama dengan DJKI serta berusaha untuk mendukung perkembangan teknologi AI dan layanan administrasi paten melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” pungkas Ryu.

Sebagai tambahan, kegiatan ini turut mengundang Konselor Divisi WIPO untuk Asia Pasifik Han Gyudong dan mantan Direktur Inisiatif AI di KIPO sebagai narasumber dalam kegiatan workshop ini. (CRZ/SAS) 

 



TAGS

LIPUTAN TERKAIT

Pengawasan Konsultan Kekayaan Intelektual, Tingkatkan Kepercayaan Layanan KI

Jakarta - Pelaksanaan pengawasan terhadap konsultan kekayaan intelektual (KI) melalui Majelis Pengawas Konsultan Kekayaan Intelektual (MPKKI) terus diperkuat sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan serta pelindungan hukum bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dalam menghadirkan layanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Jumat, 10 April 2026

Sambangi Kampus Udayana: DJKI Dorong Pertumbuhan Invensi Paten

Analis Kekayaan Intelektual Ahli Utama Sri Lastami, mendorong sivitas akademika Universitas Udayana untuk mulai mengubah pola riset menjadi berbasis dokumen paten. Hal ini ditekankannya dalam acara IP Talks On Campus di Universitas Udayana pada 10 April 2026.

Jumat, 10 April 2026

Dari Fungsional ke Fenomenal: Peran Desain Industri dalam Industri Botol Minuman

Desain industri memiliki peran strategis dalam meningkatkan daya saing produk botol minuman di tengah persaingan industri gaya hidup yang semakin kompetitif. Tidak hanya berfungsi sebagai wadah, desain botol minuman kini menjadi faktor pembeda utama yang memengaruhi preferensi konsumen. Oleh karena itu, pelindungan desain industri menjadi krusial untuk menjaga keunikan dan nilai ekonomi suatu produk.

Jumat, 10 April 2026

Selengkapnya