DJKI dan Kanwil Kemenkum Sulbar Gagas Pencatatan Hak Cipta Massal

Jakarta – Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat, Sunu Tedi Maranto, dalam rangka memperkuat kerja sama strategis di bidang pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual (KI).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda penting, termasuk peningkatan layanan pencatatan ciptaan, dukungan terhadap kegiatan akademik di perguruan tinggi, hingga persiapan pencatatan massal karya intelektual yang melibatkan ratusan mahasiswa. Data yang disampaikan menunjukkan lebih dari 402 karya telah terinventarisir dari kalangan mahasiswa, yang selanjutnya akan difasilitasi pencatatannya oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Dirjen KI Razilu menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kemenkum Sulawesi Barat menjadi langkah penting untuk memperluas akses layanan KI di daerah. 

“KI adalah fondasi ekonomi kreatif dan inovasi. Oleh karena itu, DJKI berkomitmen mendukung penuh upaya Kantor Wilayah dalam membangun ekosistem yang sadar dan peduli terhadap pentingnya pencatatan KI,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulawesi Barat, Sunu Tedi Maranto, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal langkah-langkah strategis tersebut, termasuk memfasilitasi koordinasi dengan perguruan tinggi, tenaga pendidik, hingga pelaku usaha lokal.

“Kami ingin menjadikan Sulawesi Barat sebagai salah satu daerah yang aktif dalam pelindungan KI. Dengan adanya pencatatan massal ini, para mahasiswa dan akademisi dapat memahami bahwa karya mereka bernilai dan perlu dilindungi secara hukum,” kata Sunu.

Selain itu, pertemuan juga membahas rencana pelaksanaan pencatatan simbolis dan orasi ilmiah pada momentum wisuda perguruan tinggi di Majene. Momentum tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran pentingnya KI.

DJKI menekankan bahwa pencatatan dan pelindungan KI bukan hanya kewajiban formalitas, melainkan juga langkah konkret untuk mengamankan hak ekonomi pencipta serta mendorong daya saing lokal. Dengan demikian, mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat luas diharapkan semakin memahami cara melindungi karya, mulai dari pendaftaran hak cipta hingga penggunaan sistem digital DJKI yang kini semakin mudah diakses.

Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama antara DJKI dan Kantor Wilayah Kemenkum untuk membangun budaya sadar KI, sehingga potensi inovasi dari daerah dapat terlindungi sekaligus memberi kontribusi bagi pembangunan nasional.

 



TAGS

#KI Umum

LIPUTAN TERKAIT

DJKI Perkuat Penegakan Hukum KI, AmCham Siap Berkontribusi

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum terus memperkuat penegakan hukum di bidang kekayaan intelektual (KI) melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan American Chamber of Commerce (AmCham). Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelindungan KI yang efektif guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.

Kamis, 16 April 2026

Menatap Masa Depan Hak Cipta, DJKI Soroti Batasan Karya Dunia Digital

Masifnya perkembangan dunia digital tidak hanya membuka keran kreativitas bagi para kreator, tetapi juga memunculkan tantangan baru dalam menjaga orisinalitas sebuah karya. Saat menjadi narasumber pada program Bincang Spesial, Sinpo TV di Jakarta 15 April 2026, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Agung Damarsasongko, menaruh perhatian khusus pada dua isu penting yang sedang berkembang, yakni penggunaan artificial intelligence (AI) serta besarnya potensi sengketa hak cipta akibat kebiasaan mengunggah ulang konten milik pihak lain.

Rabu, 15 April 2026

DJKI Dorong Hilirisasi Riset Lewat Workshop Indonesia-Denmark

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI terus mendorong penguatan pemanfaatan inovasi dari perguruan tinggi melalui kegiatan workshop mengenai hilirisasi riset yang bertujuan menggali nilai ekonomi kekayaan intelektual Universitas lewat diskusi best practice dari Denmark dan Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan pada 15 April 2026 di Hotel JW Marriott Jakarta, diikuti oleh peserta dari berbagai universitas serta perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem kekayaan intelektual berbasis inovasi dan nilai ekonomi.

Rabu, 15 April 2026

Selengkapnya