Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual (Dit KSP KI)

Cirebon - Direktorat Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual (Dit KSP KI) unit kerja Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) mengadakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Hotel Alamanis, Kamis (02/08/2018).

Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Direktorat Kerja Sama dan Pemberdayaan KI selama 7 bulan ini, terhitung dari bulan Januari 2018 sampai dengan Juli 2018, serta membahas tentang rencana kegiatan ke depannya.

Molan Tarigan selaku Direktur KSP KI menyampaikan bahwa dalam memaparkan sebuah informasi perlu adanya keseragaman materi.

“Dengan kegiatan ini harus kita evaluasi dan koreksi hasil kinerja yang sudah dilakukan, agar kedepannya menjadi lebih baik lagi”, ucap Molan Tarigan saat memimpin rapat.Junarlis, Kepala Bagian Keuangan mengatakan bahwa ke depannya DJKI akan memanfaat program berbasis Information and Technology (IT) dalam pengelolaan administratif.

“Sebentar lagi akan kita luncurkan”, ujar Jurnalis.

“Sebanyak 42 pertemuan dalam negeri dan 14 pertemuan diluar negeri telah dilakukan oleh Direktorat KSP, salah satunya adalah pembahasan tentang IP Expert Group dan Indikasi Geografis", tutur Andrieansjah, Kepala Sub direktorat Kerja Sama Luar Negeri.

Menurut Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan KI, Ika Ahyani pembuatan buletin KI sebagai media informasi perlu diutamakan, karena banyak Universitas yang memerlukan data informasi dalam bentuk cetak.

Kepala Sub Direktorat Dalam Negeri, Stefanie mengatakan unit kerjanya akan menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah dan non perintah sebagai bentuk pemberdayaan kekayaan intelektual.


TAGS

#DJKI

LIPUTAN TERKAIT

Tekan Jumlah Pengangguran di Gorontalo Melalui Peningkatan Pelindungan KI

Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia, oleh sebab itu pemerintah berupaya penuh untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional melalui berbagai sektor, salah satunya melalui pelindungan kekayaan intelektual (KI).

18 Mei 2022

Mobile Intellectual Property Clinic di Kota Bandung Berikan Insight Kepada Pelaku UKM

“Datang kesini, saya jadi mendapatkan pencerahan untuk inovasi tersebut saya mendapatkan insight juga, jadi sekarang saya tahu bagian mana yang harus dipatenkan, bagian mana yang kita buat dan yang harus kita modif,” kata Muhammad Jatnika, seorang pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Bandung

18 Mei 2022

Mengedepankan Kualitas dan Kuantitas KI di Kalimantan Tengah Melalui MIC

Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu wilayah yang kaya akan sumber daya alam, karya seni, maupun warisan budaya yang berpotensi memiliki nilai kekayaan intelektual (KI).

17 Mei 2022

Selengkapnya