Jenewa — Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia memamerkan sejumlah produk unggulan berbasis kekayaan intelektual dalam rangkaian Sidang Umum ke-66 World Intellectual Property Organization (WIPO) di Jenewa, Swiss. Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung internasional adalah Sanga-Sanga, minyak balur herbal yang mengangkat kearifan lokal Bali dalam formula modern.
Pameran ini merupakan bagian dari upaya DJKI untuk menampilkan potensi ekonomi kreatif Indonesia yang dilindungi melalui sistem kekayaan intelektual. Dalam keterangannya, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu menyampaikan bahwa pelindungan terhadap produk lokal seperti Sanga-Sanga merupakan langkah penting dalam menjaga orisinalitas dan mendorong daya saing di pasar global.
“DJKI ingin menunjukkan bahwa produk tradisional pun bisa naik kelas dan bersaing secara global, selama ada pelindungan kekayaan intelektual yang memadai. Produk seperti Sanga-Sanga adalah contoh bagaimana budaya dan inovasi bisa berjalan seiring,” ujar Dirjen KI Razilu pada Kamis, 17 Juli 2025.
Sanga-Sanga sendiri merupakan produk minyak balur berbahan dasar 69 tanaman obat yang diracik dengan pendekatan holistik berdasarkan tradisi pengobatan Bali. Produk ini dikembangkan secara bertanggung jawab dengan memadukan riset ilmiah dan warisan leluhur. Tak hanya untuk meredakan nyeri otot dan sendi, minyak ini juga dipercaya efektif untuk mengatasi gangguan pencernaan, alergi, dan kelelahan fisik.
Pameran ini juga menjadi ruang apresiasi terhadap produk yang mengedepankan narasi budaya lokal. Sejumlah pengunjung WIPO memberikan apresiasi positif terhadap produk Sanga-Sanga. Salah satunya adalah Sunita dari India, yang mencoba langsung produk di stan Indonesia.
“Saya sudah pernah mendengar tentang produk ini dan juga mendengar banyak orang mendapatkan manfaat dari minyak herbal ini. Saya sangat senang bisa merekomendasikan lebih banyak orang membeli produk Sanga-sanga,” ungkapnya.
DJKI terus mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk aktif mendaftarkan kekayaan intelektualnya, baik berupa merek, desain industri, rahasia dagang, hingga paten. Dengan pelindungan yang sah, produk-produk lokal seperti Sanga-Sanga akan lebih terlindungi dari pembajakan dan lebih siap memasuki pasar internasional.
“Pelindungan KI adalah investasi jangka panjang. Kita tidak hanya melindungi produk, tapi juga cerita, kerja keras, dan budaya yang menyertainya,” tutup Dirjen KI.
Melalui partisipasi aktif di ajang internasional seperti WIPO, DJKI menegaskan komitmennya untuk membawa produk lokal Indonesia ke panggung dunia, dengan kekayaan intelektual sebagai pilar utama.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Hermansyah Siregar menerima audiensi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara yang dihadiri oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum Tubagus Erif Faturahman beserta jajaran pada Selasa 14 April 2026 di ruang kerja Dirjen KI. Audiensi ini membahas penguatan ekosistem kekayaan intelektual (KI) di Sulawesi Tenggara, termasuk rencana penandatanganan nota kesepahaman dengan perguruan tinggi, pembentukan Sentra KI, serta peningkatan layanan KI berbasis wilayah.
Selasa, 14 April 2026
Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kebijakan layanan publik yang transparan dan partisipatif, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum membuka ruang dialog melalui uji publik penyesuaian jenis dan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) layanan kekayaan intelektual (KI).
Kamis, 9 April 2026
Jakarta - Komisi Banding Paten (KBP) Republik Indonesia (RI) menggelar sidang terbuka untuk tiga permohonan banding atas uraian deskripsi dan klaim dari Inventprise, Inc., QUALCOMM INCORPORATED, 4teen4 Pharmaceuticals Gmbh di Gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) pada Selasa, 9 April 2026.
Kamis, 9 April 2026
Kamis, 16 April 2026
Kamis, 16 April 2026
Kamis, 16 April 2026