Jakarta – Kementerian Hukum Republik Indonesia (Kemenkum RI) menggelar Apel Pagi Pegawai Unit Utama pada Senin, 8 September 2025, bertempat di halaman kantor pusat Kemenkum RI, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta. Dalam kegiatan apel ini, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Razilu mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kemenkum RI untuk membangun kebiasaan positif melalui penerapan prinsip Atomic Habits yang dikombinasikan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, perubahan besar dalam institusi tidak dapat terjadi secara instan, melainkan melalui serangkaian langkah kecil yang konsisten.
"Perubahan terbesar dimulai dari serangkaian tindakan kecil yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan kita. Setiap langkah kecil yang kita ambil adalah kontribusi nyata bagi pengabdian dan peradaban," ujar Razilu.
Razilu menjelaskan empat prinsip dasar yang dapat diterapkan ASN dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
Jadikan kebiasaan itu jelas (Make It Obvious), yang mencerminkan kejujuran dan transparansi dalam bekerja.
Jadikan kebiasaan itu menarik (Make It Attractive), dimana kita melihat pekerjaan sebagai sarana untuk melayani dan memberi manfaat.
Jadikan kebiasaan itu mudah (Make It Easy) yang berarti memulai perubahan dari langkah kecil agar lebih berkelanjutan.
Jadikan kebiasaan itu memuaskan (Make It Satisfying), yaitu ketika kita menyelesaikan tugas dengan baik sebagai bentuk tanggung jawab dan kebanggaan.
Lebih lanjut, Razilu menekankan bahwa pengabdian ASN harus dilandasi nilai integritas, empati, dan kepedulian. “Mari kita niatkan setiap langkah kecil kita sebagai pengabdian yang tulus, bukan hanya untuk bangsa dan negara, tetapi juga sebagai bekal kehidupan yang lebih bermakna,” tuturnya.
Apel pagi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi madya dan pratama, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta seluruh pegawai Kemenkum RI. (CRZ)
Aroma harum kopi arabika langsung menyeruak begitu biji kopi hitam itu diseduh. Dari balik cangkir yang mengepul, ada sebuah perjalanan panjang sejauh ribuan kilometer perjalanan yang membawa sebungkus kopi dari pelosok pegunungan Tana Toraja, Sulawesi Selatan, hingga mendarat di meja-meja penikmat kopi di Inggris, Jerman, China, hingga Malaysia.
Selasa, 28 Juli 2026
Bagi sebagian orang, sensasi “berpasir” seolah sudah menjadi ciri khas buah sawo. Namun, anggapan itu tidak berlaku bagi Sawo Sukatali Sumedang. Ketika matang, daging buahnya justru halus, nyaris tanpa serat.
Minggu, 19 Juli 2026
Tim Pengawas Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali menyusuri Kabupaten Karangasem, Bali, untuk memantau tiga produk Indikasi Geografis, yakni Tenun Gringsing Bali, Mete Kubu Bali, dan Salak Sibetan Karangasem Bali. Pengawasan yang dilakukan selama 13–17 Juli 2026 ini berlangsung di Kabupaten Karangasem.
Sabtu, 18 Juli 2026