Jakarta – Sesi IP Workshop dalam rangkaian IP Xpose Indonesia yang berlangsung di Exhibition Hall, Gedung SMESCO, Jakarta, Sabtu, 16 Agustus 2025 . workshop ini membahas strategi pembuatan konten profesional untuk mendukung pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pada sesi pertama, Chief Executive Officer (CEO) Smitten by Pattern, Laras Anggraini, menekankan pentingnya pemahaman audiens dalam menyusun strategi konten.
“Kita harus tahu siapa target kita, apa yang mereka suka, dan bagaimana mereka mengonsumsi konten. Ini lebih dari sekadar data demografis, tapi juga menyangkut psikologi dan kebiasaan mereka,” ujarnya.
Laras juga menjelaskan bahwa personalitas merek brand personality perlu ditampilkan melalui media sosial karena menjadi kesan pertama bagi konsumen. Menurutnya, setiap konten harus memiliki tujuan yang jelas, mulai dari peningkatan jangkauan, interaksi engagement, hingga konversi. Ia juga berbagi tips teknis pembuatan konten seperti pemanfaatan pencahayaan natural, penataan detail produk yang rapi, hingga menampilkan proses di balik layar.
“Konten tidak harus sempurna, tapi harus autentik. Orang lebih tertarik pada hal yang real dan apa adanya,” jelasnya.
Sesi berikutnya menghadirkan Surya Sastriando dari Education TikTok Shop Tokopedia yang menekankan pentingnya identitas dan personalitas dalam membuat konten. Ia mengingatkan agar kreator maupun pelaku UMKM selalu mengutamakan orisinalitas.
“Konten yang baik itu bukan hanya viral, tapi juga punya nilai dan tidak mengambil karya orang lain tanpa izin. Misalnya, gunakan musik bebas lisensi atau buat sound original agar konten tidak terkena masalah copyright,” tegas Surya.
Menurutnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bisa memanfaatkan format video pendek dengan strategi kreatif, seperti tutorial, testimoni, maupun behind the scenes.
“Kalau konsisten bikin konten original, manfaatnya bukan hanya terhindar dari pelanggaran Kekayaan Intelektual (KI), tapi juga bisa membangun brand awareness dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” pungkasnya.
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), khususnya AI Voice dan deepfake, memunculkan dilema serius di industri kreatif: menjadi ancaman bagi hak pencipta atau justru peluang baru bagi inovasi. Isu tersebut mengemuka dalam Podshow bertema “AI Voice & Deepfake: Ancaman atau Peluang?” yang digelar dalam acara Whatsapp Kemenkum – Campus Calls Out, pada Senin, 9 Februari 2026, di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
Senin, 9 Februari 2026
Pemerintah menegaskan bahwa penerapan royalti musik di ruang publik dan kampus tidak akan membebani akademisi, masyarakat maupun pelaku usaha, serta tidak memengaruhi harga produk dan jasa. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas dalam kegiatan What’s Up Kemenkum – Campus Calls Out bertema “Royalti Musik di Ruang Publik: Di Mana Batas Keadilan?” yang digelar di Balairung Universitas Indonesia.
Senin, 9 Februari 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menghadiri Entry Meeting Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Tahun 2025 yang digelar di Graha Pengayoman Kementerian Hukum, Jakarta, Jumat 6 Februari 2026. Kegiatan ini menandai dimulainya pemeriksaan untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara, termasuk dalam pelaksanaan program pelindungan kekayaan intelektual.
Jumat, 6 Februari 2026
Senin, 9 Februari 2026
Senin, 9 Februari 2026
Minggu, 8 Februari 2026