Semarang — Program Mantapreneur Naik Kelas yang digelar oleh Bank Mandiri Taspen pada 23–25 Oktober 2025 di Hotel Grandhika, Semarang, menjadi ajang pembinaan bagi para purna bakti yang kini aktif berwirausaha. Kegiatan ini bertujuan membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan kapasitas bisnis serta memperluas pasar hingga ke mancanegara.
Program yang merupakan implementasi dari tiga pilar utama Bank Mandiri Taspen, yaitu Mantap Sehat, Mantap Aktif, dan Mantap Sejahtera, tersebut dirancang untuk mendorong kesejahteraan purna bakti melalui kegiatan ekonomi produktif. Tahun ini, Mantapreneur Naik Kelas mengusung tema Go Ekspor sebagai dorongan agar produk para peserta dapat menembus pasar global dan memperkuat daya saing di tingkat internasional.
Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif tersebut, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum turut berpartisipasi aktif dengan menghadirkan layanan konsultasi dan pendaftaran merek langsung di lokasi acara. Melalui layanan ini, para peserta mendapatkan pendampingan serta edukasi tentang pentingnya pelindungan hukum atas merek dan karya cipta sebagai langkah strategis membangun bisnis yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Endar Tri Ariningsih selaku Ketua Tim Kerja Diseminasi dan Promosi DJKI, menjelaskan bahwa partisipasi DJKI dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai nilai strategis kekayaan intelektual (KI) dalam pengembangan usaha.
“DJKI hadir untuk memastikan para pelaku UMKM, termasuk para purna bakti, memahami pentingnya melindungi merek sebagai identitas bisnis mereka. Dengan merek yang terdaftar, pelaku usaha memiliki pelindungan hukum dan peluang lebih besar untuk mengembangkan pasar, bahkan hingga ke luar negeri,” ujar Endar.
Atas kontribusi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Maswar Purnama, memberikan apresiasi atas kehadiran DJKI yang turut memberikan edukasi dan fasilitasi KI bagi para peserta.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan DJKI yang telah membuka wawasan dan membantu proses pendaftaran merek bagi para Mantapreneur. Langkah ini sangat berarti karena merek merupakan identitas penting bagi pelaku usaha agar dapat bersaing di pasar global,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, sebanyak 50 pelaku UMKM binaan Bank Mandiri Taspen mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari pelatihan ekspor, manajemen bisnis, hingga edukasi pelindungan merek. Sinergi antara DJKI dan Bank Mandiri Taspen menjadi contoh kolaborasi nyata lintas sektor dalam membangun ekosistem UMKM yang inovatif, berdaya saing, dan siap go global.
Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum memperkuat kompetensi Jabatan Fungsional Pemeriksa Desain Industri melalui kegiatan Peningkatan Pemahaman bagi Pemeriksa Desain Industri pada 15 September 2026 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Langkah strategis ini dilakukan untuk mewujudkan proses pemeriksaan yang konsisten, akurat, dan cepat guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, pelaku usaha, dan desainer.
Selasa, 15 September 2026
Komisi Banding Paten (KBP) Republik Indonesia menerima dua permohonan banding atas penolakan permohonan paten yang diajukan oleh Qualcomm Incorporated, masing-masing dengan Nomor Registrasi 40/KBP/X/2024 dengan judul invensi “Transmisi dan Penerimaan Sinyal Referensi Pelacakan pada Perangkat NR-LTE” dan Nomor Registrasi 42/KBP/X/2024 dengan judul “Pemilihan Laju Kode Kanal Kontrol”. Kedua permohonan banding tersebut telah diperiksa dan diputuskan oleh Majelis Banding Paten dalam Sidang Terbuka untuk umum pada Selasa, 15 September 2026.
Selasa, 15 September 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional Pranata Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Terampil di Kantor DJKI, Jakarta pada Senin, 14 September 2026. Pelantikan dipimpin oleh Kepala Bagian Keuangan DJKI, R. Bagus Andika Priyo Sujatmiko W.
Senin, 14 September 2026