Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Kemenkumham Tahun 2018

Jakarta – Penutupan Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Tahun 2018, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) membahas mengenai evaluasi kinerja semester I diantaranya, evaluasi realisasi anggaran, target kinerja Tahun 2018, reformasi birokrasi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Inspektur Jenderal Kemenkumham, Aidir Amin Daud berpesan bahwa seluruh unit eselon I dan Kantor Wilayah di lingkungan Kemenkumham harus bijak dalam mengelola anggaran.

“Kita harus ingat mengenai spending less, spending well, dan spending wise dalam mengelola anggaran”, ujar Aidir Amin Daud saat memberi arahan penutupan Rakor Kemenkumham di Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Sekjen Kemenkumham), Bambang Rantam Sariwanto secara resmi menutup acara Rakor ini.

Dalam sambutannya, Bambang Rantam menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran jangan menjadi hambatan dalam berkinerja secara nyata dan terukur. Aparatur sipi Negara (ASN) di Kemenkumham perlu menanamkan dalam dirinya untuk dapat berkompetensi menjadi lebih baik dan berintegritas sebagai modal dalam bekerja dan berkinerja.

Bambang Rantam juga menghimbau kepada Pimpinan Tinggi Madya untuk terus melakukan pembinaan terhadap Kantor Wilayah dalam memperbaiki kualitas kinerja.

“Agar perbaikan kualitas kinerja Kantor Wilayah dapat terpantau dengan baik dan dapat terukur. Di semester II nanti, kita akan melakukan evaluasi 360 derajat, dengan harapan kualitas kinerja kita semakin membaik dari tahun ke tahun”, ucap Bambang Rantam Sariwanto dalam sambutan penutupan rakor. (Humas DJKI, Juli 2018)


LIPUTAN TERKAIT

Tekan Jumlah Pengangguran di Gorontalo Melalui Peningkatan Pelindungan KI

Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia, oleh sebab itu pemerintah berupaya penuh untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional melalui berbagai sektor, salah satunya melalui pelindungan kekayaan intelektual (KI).

18 Mei 2022

Mobile Intellectual Property Clinic di Kota Bandung Berikan Insight Kepada Pelaku UKM

“Datang kesini, saya jadi mendapatkan pencerahan untuk inovasi tersebut saya mendapatkan insight juga, jadi sekarang saya tahu bagian mana yang harus dipatenkan, bagian mana yang kita buat dan yang harus kita modif,” kata Muhammad Jatnika, seorang pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Bandung

18 Mei 2022

Mengedepankan Kualitas dan Kuantitas KI di Kalimantan Tengah Melalui MIC

Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu wilayah yang kaya akan sumber daya alam, karya seni, maupun warisan budaya yang berpotensi memiliki nilai kekayaan intelektual (KI).

17 Mei 2022

Selengkapnya