Kiat Membangun Brand Produk UMKM yang Populer

Jakarta - Brand atau merek merupakan hal yang sangat mempengaruhi pertumbuhan suatu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai upaya peningkatan penjualan produk maupun jasa.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Nofli mengatakan brand merupakan pengalaman konsumen secara keseluruhan yang membedakan suatu organisasi atau produk dari para pesaingnya yang dilihat dari sisi konsumen.

“Brand itu lebih luas pengertiannya daripada trademark meski keduanya sama-sama kita artikan merek. Brand membantu konsumen memilih dari berbagai pilihan yang membingungkan, brand mengkomunikasikan kualitas produk atau layanan dan meyakinkan konsumen terkait produk yang dipilih sudah tepat, dan brand menggunakan citra, bahasa, dan hal yang berbeda untuk mendorong pelanggan mengidentifikasi produk yang dipilih,” papar Nofli.

Peningkatan kesadaran konsumen terhadap brand, biasanya akan diikuti peningkatan penjualan. Maka jika UMKM fokus pada peningkatan brand, penjualan akan mengikuti.

Hal itu disampaikan Arto Biantoro, CEO Gambaran Brand Indonesia, dalam “Webinar #2 Merek Spesial Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2021”. Arto membeberkan beberapa kesalahan umum yang biasanya dilakukan oleh UMKM dalam membangun merek.

“Kesalahan yang paling umum yang biasanya dilakukan adalah ingin menyasar semua market, padahal untuk menyasar multiple market membutuhkan resources yang sangat besar. Maka menurut saya lebih baik fokus pada market yang spesifik agar tidak memerlukan investasi dan daya yang terlalu besar,” ujar Arto.

Selain itu, UMKM biasanya juga ingin dikenal seluas-luasnya dengan biaya yang paling minimal. Menurut Arto, setiap UMKM dapat memulai branding dengan biaya sekecil apapun yang dimilikinya untuk mencoba “populer” di radius wilayah yang sesuai dengan biaya tersebut.

Arto juga menyatakan bahwa kebanyakan produk UMKM tidak memiliki pembeda dari produk merek lain. Pembeda tersebut bisa diciptakan melalui inovasi yang bisa dicari di sekitar UMKM. Dengan inovasi dan kreativitas, tidak hanya brand menjadi lebih kuat tetapi juga akan bisa bertahan di tengah pertumbuhan pesaing di era digital ini.

Kendati demikian sebelum membangun merek yang populer, pemilik UMKM perlu melakukan memastikan mereknya sebagai aset terlindungi agar tidak rentan diklaim pihak lain. Nofli mengatakan UMKM perlu memastikan bahwa merek sudah terdaftar di DJKI.

“Bagi pemilik merek terdaftar mempertahankan kualitas barang/jasa dari merek tersebut merupakan suatu keharusan. Konsumen akan selalu mengidentifikasi merek tersebut, karena fungsi dasar sebuah merek adalah identitas bagi produknya. Tanpa pelindungan, pemilik usaha terancam dirugikan oleh pihak lain yang sudah kita bangun dengan susah payah,” tutup Nofli.

DJKI sendiri telah menjalankan penegakan hukum untuk pelanggaran kekayaan intelektual melalui Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa. Direktorat ini bekerjasama dengan kepolisian RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan lainnya untuk melindungi kekayaan intelektual yang sudah terdaftar di DJKI.


LIPUTAN TERKAIT

Halalbihalal DJKI: Rayakan Hari Kemenangan dengan Totalitas Kerja Berkelanjutan

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menggelar Halal Bihalal yang diikuti oleh seluruh pegawai pada Senin, 9 Mei 2022 di Aula lantai 19 Gedung Eks. Sentra Mulia, Jakarta.

9 Mei 2022

Opera DJKI: Sertifikat sebagai Persyaratan Mengajukan Aduan Pelanggaran KI

Masih ditemukannya pelanggaran kekayaan intelektual di Indonesia, membuat Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) merasa perlu memberikan edukasi terkait mekanisme pengaduan dan penyidikan tindak pidana kekayaan intelektual (KI) sebagai bentuk pelayanan prima DJKI.

28 April 2022

DJKI Persiapkan Pegawai Menjadi Saksi Ahli Yang Handal

Jakarta - Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST) dan Rahasia Dagang (RD,) Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan tentang Prosedur Beracara sebagai Saksi Ahli di Pengadilan di Aula DJKI lantai 8.

25 April 2022

Selengkapnya