DJKI Berikan Layanan “Jemput Bola” ke Provinsi Bengkulu

Bengkulu – Mobile Intellectual Property Clinic (MIC) atau Klinik Kekayaan Intelektual (KI) bergerak di Bengkulu mulai diselenggarakan sejak Selasa, 21 Juni 2022 di Bencoolen Mall. 

MIC merupakan layanan KI yang menghadirkan ahli di bidang kekayaan intelektual. Selain dilakukannya sosialisasi dan edukasi terkait KI, kegiatan MIC juga menyediakan layanan konsultasi langsung yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi mengenai seluruh bidang KI.

Antusiasme masyarakat Bengkulu terhadap pelaksanaan MIC sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari booth konsultasi yang selalu ramai didatangi masyarakat untuk berkonsultasi.

Neneng Darwati seorang pelaku usaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  merasakan betul manfaat konsultasi di MIC Bengkulu kali ini. Ia tidak mengetahui kelanjutan permohonan merek yang ia ajukan sejak 2017 melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu. Mengetahui akan diadakannya layanan konsultasi pada kegiatan MIC, Neneng datang langsung dari Kabupaten Bengkulu Tengah.



“Katanya merek saya sudah didaftar, tapi sampai sekarang saya belum terima sertifikatnya. Saya mau tanyakan apa kendalanya, apakah ada kekurangan dari merek saya,” tutur Neneng. 

Melalui layanan konsultasi ini, Neneng mengaku sangat senang dan terbantu. Sertifikat merek SAHABAT KITA dengan nomor pendaftaran IDM000718190 yang ia nantikan selama 5 tahun akhirnya berada di genggamannya.

“Setelah dibantu cek oleh tim DJKI, ternyata benar sudah terdaftar, bahkan saya dibantu pencetakannya. Terkesan sekali saya datang kesini, alhamdulillah,” ucap Neneng.

Sama halnya dengan Neneng, Cika seorang pengusaha di Bengkulu juga merasakan manfaat yang sama. Tiga mereknya yang telah berstatus didaftar belum ia terima sertifikatnya. 

“Saya daftar sudah lama melalui konsultan, tapi sertifikatnya belum saya terima,” ujar Cika.



Setelah dilakukan pengecekan datanya, merek Amanie dengan nomor permohonan IDM000725535, IDM000829362, dan IDM000831921 statusnya telah didaftar. Untuk mempermudah pemohon, sertifikat langsung dicetak dan diberikan.

“Layanan konsultasi KI secara langsung seperti ini bagus sekali. Lebih cepat pelayanannya. Semoga layanan langsung kepada masyarakat seperti ini diteruskan, karena ini sangat mempermudah bagi kami pelaku usaha,” tambah Cika.

Melihat semangat masyarakat pada MIC Bengkulu, Direktur Teknologi Informasi Kekayaan Intelektual Dede Mia Yusanti mengaku senang. Dede sangat mendukung program Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) yang bertujuan untuk memberikan pelayanan dengan turun langsung ke seluruh wilayah di Indonesia.

MIC diharapkan dapat mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelindungan KI serta meningkatkan jumlah permohonan KI dalam negeri.

“Saya menyambut baik kegiatan ini karena masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai kekayaan intelektual. Kegiatan sosialisasi dengan cara melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi salah satu pilihan yang tepat,” ujar Dede.

Bumi Raflesia mempunyai keragaman seni budaya, kekayaan alam, dan ragam kekayaan intelektual yang potensial. Namun, masih banyak potensi KI dan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) yang belum tergali secara maksimal. Hal inilah yang membuat Dede antusias dalam penyelenggaraan MIC Bengkulu.

“Provinsi Bengkulu termasuk daerah yang belum banyak mendaftarkan kekayaan intelektualnya, padahal potensinya cukup banyak, termasuk didalamnya KIK dan Indikasi Geografis. Ini tugas DJKI dan Kantor Wilayah untuk lebih banyak menyosialisasikan pentingnya pelindungan KI,” jelas Dede.

MIC Bengkulu akan berlangsung mulai 20 - 24 Juni 2022 di Bencoolen Mall. Secara resmi MIC Bengkulu dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Lucky Agung Binarto dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bengkulu Erfan. (DES/SYL) 



LIPUTAN TERKAIT

DJKI Ringankan Pemegang Paten Melalui Tarif Tertentu Biaya Tahunan

Paten merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada para inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

16 Agustus 2022

Minimalisir Pelanggaran Kekayaan Intelektual, DJKI Lakukan Langkah Preventif dan Represif

Pada Special 301 Report yang diterbitkan oleh  United States Trade Representative (USTR) pada 28 April 2022 Indonesia masih berstatus Priority Watch List (PWL). PWL adalah daftar negara yang menurut USTR memiliki tingkat pelanggaran Kekayaan Intelektual (KI) yang cukup berat.

15 Agustus 2022

Sertifikat Paten Sebagai Bukti Hak atas Paten

Organisasi Pembelajaran (Opera) DJKI yang membahas sertifikat paten.

15 Agustus 2022

Selengkapnya