Aroma Gurih Indikasi Geografis dari Palu

Palu - Palu selalu menyimpan cerita, di sebuah rumah produksi sederhana, wajan besar penuh irisan bawang merah bergelut dengan minyak panas. Desisnya bersahutan, melepaskan aroma gurih yang khas. Bukan sekadar olahan kuliner, tetapi jejak panjang identitas sebuah kota yakni  Bawang Goreng Palu.

Produk yang kini menjadi oleh-oleh wajib bagi siapa saja yang singgah di ibu kota Sulawesi Tengah ini, berawal dari dapur rumah tangga. Sekitar tahun 1978, Mbok Sri, seorang perempuan Palu memperkenalkan bawang merah varietas lokal kepada warga asing tempat ia bekerja. Tak disangka, eksperimen sederhana itu menjelma jadi tren. Sejak 1980-an, bawang goreng Palu mulai diproduksi massal dan naik kelas sebagai ikon daerah.

Keistimewaan bawang goreng Palu terletak pada varietas bawang merah Lembah Palu yang digunakan. Varietas ini hanya tumbuh baik di Palu, Donggala, dan Sigi. Kondisi geografis ini menghasilkan bawang merah yang berumbi pipih bulat dengan warna merah pucat, kadar air rendah, serta gula alami seimbang. Hasilnya, bawang goreng berwarna keemasan, renyah, gurih, dan tahan lama tanpa rasa getir.

“Perpaduan rasa manis alami, tekstur ringan, dan aroma berbeda menjadikan produk bawang goreng ini tak tergantikan serta diakui sebagai kebanggaan kuliner Sulawesi Tengah,” jelas Prayitno, Ketua Masyarakat Pelindungan Indikasi Geografis (MPIG) Bawang Goreng Palu.

Tak hanya bahan baku, proses pengolahannya pun ketat. Bawang dipanen usia 60–70 hari, diolah maksimal tiga hari setelah panen, digoreng pada suhu 150°C, lalu ditiriskan hingga minyaknya berkurang. Beberapa produsen bahkan sudah mengantongi sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) untuk menjamin keamanan pangan.

Popularitas bawang goreng Palu semakin diperkuat oleh kiprah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) seperti Raja Bawang, Sri Rejeki, hingga Mbok Sri. Mereka berulang kali meraih penghargaan, mulai dari Paramakarya yang diserahkan langsung Presiden RI, UKM Pangan Award, Sidhakarya hingga tampil di layar kaca nasional. 

“Penghargaan yang kami raih bukan sekadar simbol prestise, melainkan pengakuan nyata atas kerja keras petani dan pelaku usaha bawang goreng Palu. Itu bukti bahwa usaha kami menjaga kualitas dan cita rasa benar-benar dihargai,” tambah Prayitno.

Meski demikian, perjalanan bawang goreng Palu tidak selalu mulus. Ancaman produk tiruan berkualitas rendah sempat menghantui dan berpotensi merusak citra asli. Situasi itu mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk mengambil langkah dengan mendaftarkannya sebagai produk indikasi geografis.

Kesadaran ini kemudian diwujudkan lewat pembentukan MPIG Bawang Goreng Palu. Organisasi ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keaslian produk, dari pengawasan mutu, pendampingan pelaku usaha, hingga penerapan logo indikasi geografis pada setiap kemasan resmi setelah memperoleh sertifikat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). 

“Melalui MPIG, kami memastikan bawang goreng Palu tetap terlindungi dan kualitasnya konsisten dari dulu hingga sekarang,” ujar Prayitno.

Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pertanian terus mendukung pengembangan bawang goreng Palu sebagai produk unggulan daerah. Dukungan ini diwujudkan dengan menjaga ketersediaan bawang merah berkualitas, mendampingi petani, memperkuat UMKM, hingga membuka peluang pasar melalui pameran dan promosi.

“Kami ingin bawang goreng Palu dikenal hingga mancanegara sebagai ikon kebanggaan daerah sekaligus memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Sutikno Teguh Asparianto, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan.

Hal yang sama ditegaskan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu. “Dengan sertifikat indikasi geografis, bawang goreng Palu kini memiliki identitas hukum yang membedakannya dari produk lain. Logo indikasi geografis pada kemasan adalah tanda pengenal bagi konsumen sekaligus menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha,” ujarnya. 

Dukungan DJKI tidak berhenti pada sertifikasi saja, melainkan juga melalui fasilitasi promosi yang memperkenalkan produk-produk indikasi geografis Indonesia, termasuk bawang goreng Palu, baik di tingkat nasional maupun mancanegara.

Kini, bawang goreng Palu berdiri bukan hanya sebagai produk pangan, melainkan simbol kebanggaan kolektif. Dari kerja keras petani di ladang kering Lembah Palu, ketekunan UMKM menjaga kualitas, hingga komitmen pemerintah dan akademisi, semuanya berpadu menjaga harum bawang ini tetap lestari.

Ketika wajan besar kembali mengeluarkan desisnya, aroma gurih itu seakan berbisik inilah kisah tentang tradisi, rumah, dan identitas Kota Palu yang akan terus melekat di setiap suapan.

 



LIPUTAN TERKAIT

DJKI Perkuat Kompetensi Pemeriksa Desain Industri

Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum memperkuat kompetensi Jabatan Fungsional Pemeriksa Desain Industri melalui kegiatan Peningkatan Pemahaman bagi Pemeriksa Desain Industri pada 15 September 2026 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Langkah strategis ini dilakukan untuk mewujudkan proses pemeriksaan yang konsisten, akurat, dan cepat guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, pelaku usaha, dan desainer.

Selasa, 15 September 2026

Komisi Banding Paten Terima Dua Permohonan Banding Qualcomm Incorporated

Komisi Banding Paten (KBP) Republik Indonesia menerima dua permohonan banding atas penolakan permohonan paten yang diajukan oleh Qualcomm Incorporated, masing-masing dengan Nomor Registrasi 40/KBP/X/2024 dengan judul invensi “Transmisi dan Penerimaan Sinyal Referensi Pelacakan pada Perangkat NR-LTE” dan Nomor Registrasi 42/KBP/X/2024 dengan judul “Pemilihan Laju Kode Kanal Kontrol”. Kedua permohonan banding tersebut telah diperiksa dan diputuskan oleh Majelis Banding Paten dalam Sidang Terbuka untuk umum pada Selasa, 15 September 2026.

Selasa, 15 September 2026

DJKI Lantik Pranata Keuangan APBN Terampil

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional Pranata Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Terampil di Kantor DJKI, Jakarta pada Senin, 14 September 2026. Pelantikan dipimpin oleh Kepala Bagian Keuangan DJKI, R. Bagus Andika Priyo Sujatmiko W.

Senin, 14 September 2026

Selengkapnya