Liputan Pelatihan Calon Konsultan HKI di Universitas Muhamadiah Jakarta

image-0

Ciputat, Banten. Sebanyak 62 peserta pelatihan calon konsultan Hak Kekayaan Intelektual dari beberapa provinsi di Indonesia akan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI. Rektor UMJ, Prof.  Dr. Hj. Masyitoh Chusnan, M.Ag., yang menyampaikan sambutannya pada awal acara menyambut bahagia atas terealisasinya pelatihan konsultan HKI tersebut. Pelaksanaan pelatihan calon konsultan HKI ini pelatihan yang dilakukan pertama kali bagi UMJ. “Hal ini merupakan wujud nyata dari Memorandum Of Understanding  antara Ditjen. HKI dengan UMJ yang telah ditanda tangani pada tahun 2010 dan saya sangat bahagia”, ujar Prof. Masyitoh.

Prof. Masyitoh memandang bahwa Pelatihan Konsultan HKI yang dijadwalkan akan berlangsung sejak tanggal 14 April s.d. 15 Juli 2012 merupakan langkah penting dan strategis bagi UMJ dan Ditjen HKI bagi perkembangan ekonomi bangsa. “Masyarakat Indonesia semakin maju, kreatif dan inovatif, inilah penting dan strategisnya pelatihan ini, karena bila keadaan tersebut tidak diseimbangi dengan adanya perlindungan HKI maka akan percuma dan diharapkan para calon konsultan yang lulus dapat menjadi penyeimbang dan bermakna didalam masyarakat Indonesia terkait perlindungan HKI”, lanjut Prof. Masyitoh.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Merek, Drs. Moh. Adri, SH yang pada kesempatan tersebut mewakili Direktur Jenderal HKI, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli,. SH., MH,. FCBArb untuk memberikan sambutan dan sekaligus membuka secara resmi pelatihan konsultan HKI. “Seorang Konsultan HKI diharapkan dapat dan mampu untuk menjadi pendorong peningkatan pemahaman atau sosialisasi tentang HKI pada masyarakat dan tentunya dapat bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan HKI. Turut mendampingi adalah Direktur Penyidikan Fathlurachman, SH., MM., dan para pejabat esselon 3 yang nantinya juga akan memberikan perkuliahan terkait sistem HKI.

Sebagai penutup dalam sambutan tersebut adalah harapan kepada para calon konsultan HKI tersebut untuk meningkatkan terus profesionalisme apabila benar-benar telah terjun kedalam masyarakat. “Harapan kami dengan semakin banyaknya calon Konsultan Hak Kekayaan Intelektual yang terdidik dan nantinya diangkat menjadi Konsultan HKI yang terdaftar akan dapat juga membantu meningkatkan kreatifitas masyarakat dan akhirnya dapat menghasilkan karya-karya intelektual dengan tujuan globalnya meningkatkan produktivitas nasional pada pembangunan industri dan perdagangan yang berbasis pada Hak Kekayaan Intelektual, tutup Moh. Adri. (Humas Ditjen HKI, April 2012)